1.726 Orang Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas di Jawa Tengah Semester I/2020

kecelakaan lalu lintas di jawa tengah

bhinnekanusantara.id – Selama bulan Januari hingga Juni 2020, angka kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah mencapai 10.841 kejadian yang menyebabkan 1.726 orang meningggal dunia, 19 orang luka berat, 12.36 orang luka ringan dan menimbulkan kerugian material mencapai Rp7.026.925.000.

Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Semester I/2019, dari sisi kejadian maupun dari segi fatalitas korban meninggal dunia pada semester pertama tahun ini mengalami penurunan.

“Pada Semester I/2019 angka kejadian kecelakaan lalu lintas sebesar 12.487 perkara, semester I 2020 turun menjadi 10.841 perkara, atau kurang lebih menurun 13 persen,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achadiat, Selasa (7/7/2020) di Yogyakarta.

Ia mengatakan, penurunan itu tidak terlepas dari upaya kolektif Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah bersama pemnangku kepentingan lainnya serta pengguna jalan.

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng itu mengemukakan, jumlah meninggal dunia karena kecelakaan dari semester I/2019 ke semester I/2020 mengalami penurunan 18 persen dari 2.093 jiwa menjadi 1.725 jiwa. Tapi, lanjutnya, fakta tersebut tetap saja mengkhawatirkan, dan harus dicari solusinya untuk terus menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban meninggal dunia.

“Kalau dibikin rata-rata, kurang lebih 60 kejadian kecelakaan per hari, atau setiap hari 9 orang yang meninggal dunia. Tanpa bermaksud mengecilkan Covid- 19 sebagai virus mematikan, ada penyakit di jalan yang juga menular yaitu tidak tertibnya berlalulintas sehingga menyebabkan kecelakaan dan meninggal dunia,” katanya.

Guna menekan Laka Lantas lebih rendah lagi. jelasnya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng fokus mengindentifikasi titik-titik rawan baru mewujudkan kondisi lalu lintas di Jateng aman, tertib dan lancar.

Kombes Pol Arman Achdiat mengemukakan terdapat beberapa spesifikasi titik rawan, yaitu bersifat sementara atau temporer, permanen dalam jangka panjang oleh sebab kondisi tertentu atau laten, serta kondisi situasional.

Berdasarkan evaluasi, tambahnya, Jateng termasuk salah satu wilayah rawan kecelakaan, saat ini terdapat beberapa titik ditandai sebagai daerah rawan kecelakaan.

Data Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jateng, tambahnya, titik rawan kecelakaan lalu lintas terdapat pada beberapa Polres yakni Banyumas, Pati, Karanganyar, Sukoharjo, Karanganyar dan Kota Semarang.

Di Polres Pati terdapat empat jalan yang dianggap rawan laka lantas, yaitu Jalan Pati – Kudus KM 8, Jalan Pati – Juwana KM 3, Jalan Pati – Rembang KM 17 dan Jalan Pati – Rembang Ds. Batursari.

Titik rawan di Kota Semarang di Jalan Walisongo, Jalan Perintis Kemerdekaan, pertigaan Jalan Hanoman-Jalan Siliwangi, Jalan Kaligawe dan Jalan Gombel Lama.

Sedang wilayah Polresta Banyumas di Jalan Pahlawan dan Jalan Karanggede.

Memasuki jalur selatan dua Polres Karanganyar dan Sukoharjo sebagai titik rawan laka lantas. Di Karanganyar berada di Jalan Solo – Karanganyar Ds. Palur Kec. Jaten, Jalan Lawu Ds. Dagen Kecamatan Jaten, Jalan Solo – Tawangmangu Ds. Papahan Kec. Tasikmadu dan Jalan Lawu 172 Ds. Bejen Tegal Gede. Polres Sukoharjo di Jalan Raya Sukoharjo – Wonogiri Ds. Kepuh Kec. Nguter dan Jalan Raya Sukoharjo – Wonogiri depan ayam goreng Mbak Mulyani.

Di lintasan ini, imbuh Kombes Pol Arman Achdiat telah dipasangi rambu peringatan. Masyarakat diharapkan lebih hati-hati dan waspada melewati jalur tersebut.

Titik rawan kecelakaan lalu lintas, imbuh Kombes Pol Arman Achdiat bisa sekaligus bersifat temporer, laten maupun situasional. Identifikasi titik-titik rawan baru mendorong dihasilkan solusi atau setidaknya rekomendasi yang tepat.

“Tidak semua kategori rawan kewenangan polisi. Wilayah yang tergenang rob misalnya, kewenangan polisi terbatas rekayasa lalu lintas dan pengamanan lokasi. Rekayasa teknologi dan penanganan robnya otoritas lembaga lain. Begitu juga titik rawan karena kontur jalan. Satu-satunya cara mengatasinya secara permanen mensyaratkan penataan ulang kontur jalan dan ini tanggung jawab institusi lain,” ungkapnya.

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Arman Achdiat menambahkan identifikasi titik-titik rawan dilakukan secara periodik guna menjamin solusi terbaik menyangkut permasalahannya secara cepat.

Baginya lebih mudah mengatasi persoalan pada awal-awal kemunculannya. Jika terabaikan, problematiknya tambah runyam, kompleks dan sudah pasti sulit diatasi. Kalau sudah begitu kita semua yang rugi. (saibumi)