oleh

2005 Disurvei, Sampai Sekarang Belum Terealisasi

bhinnekanusantara.id – Pemerintah Desa Prembun Kecamatan Tambak akhirnya menganggarkan pembangunan jembatan Ngebok pada APBDes 2019. Sebab, tidak ada tindak lanjut dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk penanganan jembatan yang telah 13 tahun rusak itu. “Jembatan Ngebok sudah pernah disurvei oleh Balai Besar Serayu Opak.

Tapi realisasi pembangunan jembatan ditunggu-tunggu tidak ada. Pada 2019, pembangunan jembatan diprioritaskan,” kata Kepala Desa Prembun Masudi, Minggu (10/3). Akan tetapi pengguna jalan yang kerap melintasi jembatan tersebut masih harus bersabar untuk penggantian jembatan.

Lantaran pemerintah desa berencana melakukan kegiatan pembangunan tidak dalam waktu dekat. “Penggantian jembatan pada musim kemarau. Jembatan itu lokasinya sulit dan pekerjaan dilakukan secara manual semua. Realisasi pada musim penghujan banyak kendala,” ujar Masudi. Pemerintah Desa Prembun mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan Ngebok sebesar Rp 125 juta.

Pembangunan membutuhkan biaya untuk melangsir material lantaran jembatan berada di pelosok perbatasan kabupaten antara Banyumas dan Kebumen. Sebelumnya, Sukiyem, istri Ketua RT 4 RW gerumbul Ngebok menyatakan jembatan ambrol pada 2005 silam.

Selang satu tahun setelah pembangunan bronjong sungai di area jembatan. Di gerumbul tersebut setidaknya ada 20 kepala keluarga yang mengandalkan jembatan untuk aktivitas keseharian. Jembatan di atas Sungai Ngijo itu rawan ambrol. Mengingat usia dan kerusakan jembatan.

 

Sumber : Radar Banyumas

Editor : Aishwarya login by Polda Jateng

News Feed