326 Personel Dikerahkan Padamkan 2 Titik Kebakaran Hutan di Lereng Gunung Slamet

bhinnekanusantara.id – Wakapolres Tegal Kompol Arianto Salkery memimpin tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di 2 (dua) lokasi.

Sebanyak 326 personel diberangkatkan melalui via jalur Guci dan via jalur Sawangan. Tim gabungan terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Perhutani, Komunitas Pecinta Alam, relawan dan warga masyarakat.

Daerah yang terdampak kebakaran di lereng Gunung Slamet pada Iger Genting, Iger Coet dan Rata Amba ikut petak 48 RPH Guci BPKPH Bumijawa, Jumat (20/9/2019).

Setidaknya api mulai padam, namun Kamis sore (19/09/2019) masih terlihat kepulan asap. Informasi dari Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Alam Dukuh Sawangan Desa Sigedong Kecamatan Bumijawa.

Sumber api berasal dari petak 16 A RPH Igir Klanceng BKPH Paguyangan KPH Pekalongan Barat, masuk Desa Dawuhan Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes (Lereng Gunung Slamet sebelah barat) pada Dpl : 2.200 MDPL dengan koordinat : -7,2448 / 109,184.

“Hari ini kita lakukan penyisiran kembali, walau kemarin pada hari Kamis telah dilakukan penanggulangan dan inventarisir lokasi kebakaran. Usai pelaksanaan penanggulangan, kita lakukan evaluasi serta koordinasi dengan stakeholder agar kesiapan personill maupun peralatan bisa digunakan dengan maksimal,” ungkap Kapolres Tegal melalui Wakapolres Tegal Kompol Arianto Salkery dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Kegiatan diawali dengan Apel penanggulangan Karhutla di halaman Madrasah Hidayatuss Sibyan Dukuh Sawangan RT 05/04 Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa.

Arahan dipimpin oleh Wakapolres Tegal dengan menyanpaikan cara bertindak dalam penanggulangan Karhutla, karena medan cukup sulit yaitu di lereng Gunung Slamet.

“Tim kesehatan tetap siaga pada Pos Tepadu, sedangan dapur umum maupun tenda Posko sejak kemarin sudah siap. Kita gunakan jalur komunikasi melaku handy talky (radio 2 MT), dengan menggandeng dari pihak Rapi.” pungkas Wakapolres Tegal.

Tim terpadu dari stakeholder memang telah melakukan upaya – upaya dalam penanggulangan kebakaran hutan. Sekitar lokasi untuk jalur komunikasi dari sinyal GSM kurang, hingga para tim penanggulangan berkomunikasi dengan handy talky.

Lokasi kebakaran sulit dijangkau karena berada di lereng gunung dengan kemiringan 60 derajat hingga 80 derajat, belum lagi rute untuk menuju lokasi diperkirakan menempuh jarak 2 jam hingga 4 jam perjalanan.

 

sumber : joglosemar

editor : saibumi @polda jateng #polres rembang