5 Fakta Kebijakan Local Lockdown, Upaya Kota Tegal untuk Cegah Corona

bhinnekanusantara.id – Kasus orang yang positif terkena Virus Corona makin banyak saja di Indonesia. Persebaran kasus COVID-19 merata hampir pada seluruh wilayah di Indonesia. Namun sampai saat ini, Indonesia belum memberlakukan Lockdown di wilayahnya. Menurut Presiden Jokowi, kebijakan lockdown bukan langkah tepat untuk diterapkan di Indonesia.

“Perlu saya sampaikan setiap negara punya karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita tidak memilih jalan itu,” ujar Jokowi, Selasa (24/3).

Sementara itu di Tegal, pemerintah kota di sana membuat kebijakan ‘local lockdown’ untuk mengatasi penyebaran Virus Corona. Kebijakan ‘Local lockdown’ dilakukan dengan menutup pusat keramaian dan membatasi akses keluar masuk di kota tersebut.

Menurut Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, kebijakan itu dibuat untuk melindungi warga Kota Tegal dari paparan Virus Corona.

“Kebijakan ini dibuat untuk menjaga warga Tegal yang masih sehat dari paparan Virus Corona,” ujar Dedy, Selasa (24/3).

Berikut adalah 5 fakta kebijakan local lockdown yang diterapkan kota tegal dalam menghalau persebaran Virus Corona.

1 dari 5 halaman

Menutup Pusat Keramaian

Salah satu penerapan dari kebijakan local lockdown adalah dengan menutup sementara pusat keramaian yang ada di kota tersebut. Menurut Dedy, penutupan sementara itu dilakukan sampai 29 Maret 2020.

“Kawasan Alun-alun, Jalan Ahmad Yani, GOR Wisanggeni, dan Jalan Gajah Mada kita tutup sementara sampai 29 Maret 2020,” kata Dedy, Selasa (24/3).

Menutup Akses Menuju Pusat Kota

Selain menutup pusat keramaian, salah satu isi dari kebijakan itu adalah menutup akses kendaraan luar daerah menuju Kota Tegal. Penutupan ruas jalan itu sudah dilakukan sejak Minggu malam (22/3).

Dalam penerapannya pemerintah kota bekerja sama dengan berbagai pihak di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Satlantas Polres Tegal.

Akses Jalan yang Ditutup

aksi blokir jalan ruas jalan pajajaran lengang

Dedy menjelaskan, beberapa ruas jalan di Kota Tegal ditutup untuk meminimalisir pengendara dari luar masuk wilayahnya. Akses menuju alun-alun dari sisi timur ditutup di jembatan Jalan Pancasila, sementara untuk arah masuk sisi barat, dialihkan menuju Jalan Ahmad Yani. Sementara Jalan Ahmad Yani ditutup pada sisi utara tepatnya di perempatan lampu merah Gantung.

“Bagi kendaraan yang akan ke alun-alun dari selatan kita alihkan ke Jalan HOS Cokroaminoto. Ini akan melindungi pusat kota dari paparan Virus Corona tanpa deteksi,” ujar Dedy, Selasa (24/3).

Mencegah Orang Asing Masuk Tegal

aksi blokir jalan ruas jalan pajajaran lengang

Selain itu untuk kendaraan luar kota, pengendara dialihkan menuju Jalan Lingkar Utara. Untuk kendaraan dari arah Jakarta misalnya, mereka dialihkan menuju Jalan Mataram untuk menuju Jalan Lingkar Utara.

Begitu pula kendaraan dari arah Semarang, mereka dialihkan menuju Jalingkut untuk selanjutnya keluar di Jalan Mataram yang berada di samping terminal. Sementara untuk ruas jalan di pusat kota, Dedy menjamin tak ada kendaraan dari luar daerah melintas di sana.

Semua kebijakan ini dilakukan untuk mewaspadai orang asing atau orang luar masuk ke Tegal. “Bukannya berburuk sangka, tapi lebih menjaga warga Tegal yang masih sehat agar tidak terpapar COVID-19,” ujar Deddy, Selasa (24/3).

Menyelamatkan Nyawa Warga Tegal dari Virus Corona

ilustrasi virus corona

Sementara itu Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kota Tegal Johardi mengatakan, sejak diberlakukannya kebijakan itu, jumlah kerumunan di sejumlah tempat makin berkurang, terutama pada malam kedua atau Senin malam (23/3).

“Kebijakan ini lebih untuk mengedepankan nyawa warga Kota Tegal. Walaupun ditutup tapi warga tetap diberikan jalan meskipun harus memutar,” ujar Johardi, Selasa (24/3).

 

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi