oleh

683 CPNS Terima SK Pengangkatan PNS Pemkot Semarang

bhinnekanusantara.id – Sebanyak 683 calon pegawai negeri sipil (CPNS) menerima surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), Selasa (12/3/2019).

Satu diantara 683 PNS yang menerima SK pengangkatan, Dewi Kartika Sari mengungkapkan rasa syukur dan senang yang tak terhingga lantaran perjuangan yang dilalui sejak beberapa bulan yang lalu telah berbuah manis.

“Senang banget bisa diterima sebagai PNS di lingkungan Pemkot Semarang. Saya tidak menyangka karena saya bersaing dengan ribuan orang di luar sana,” tutur Dewi.

Dia mengatakan, perjuangan mengikuti seleksi CPNS tahun 2018 lalu adalah kali ketiga baginya.

Sebelumnya, dia pernah mengikuti seleksi CPNS di Kota Semarang dan Kabupaten Grobogan.

Dia juga pernah mengabdi sebagai guru honorer sekolah dasar di Kabupaten Grobogan sejak 2012 hingga 2016.

“Setelah itu saya menikah, lalu pindah ke Semarang. Kebetulan ada seleksi CPNS saya ikut, alhamdulillah bisa lolos hingga tahap akhir,” ucapnya.

Saat ini, dia mengemban tugas sebagai abdi masyarakat dibidang pendidikan yakni guru kelas di SDN Plamongansari 1. Dia pun berjanji akan mengikuti aturan kerja yang berlaku dan menggemban amanah sebagai pendidik yang bakal mencerdaskan generasi bangsa.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Trijoto Sardjoko menuturkan, sebenarnya Pemkot Semarang mendapatkam formasi sebanyak 709 pada seleksi CPNS 2018 lalu. Adapun jumlah pelamar sebanyak 10.052, sedangkan yang memenuhi syarat untuk mengikuti tes sebanyak 8.938 orang. Namun, yang dinyatakan lolos hingga tahap akhir hanya sejumlah 687 orang.

“683 orang mendapatkan nota persetujuan teknis, sedangkan 4 orang lainnya mengundurkan diri karena alasan pribadi. Lalu, diganti dengan ranking yang berada dibawahnya. Saat ini, SK untuk 4 orang itu masih kami proses. Dalam waktu dekat ini akan segera kami serahkan,” terang Tri.

Adapun 683 orang tersebut, kata Tri, masuk dalam PNS gologan III sebanyak 540 orang dan golongan II sejumlah 143. Mereka dari formasi eks honorer K.II maupun formasi umum.

“Dari eks honorer tenaga guru 6 orang, kesehatan 2 orang. Dari formasi umum, ada 352 tenaga guru, 244 tenaga kesehatan, dan 72 orang tenaga teknis,” imbuhnya.

Dikatakannya, penempatan 683 pegawai baru tersebut terhitung sejak 18 Maret 2019. Selama satu tahun, mereka wajib menjalani masa percobaan dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan pra jabatan mulai 20 Maret 2019.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta para PNS baru ini untuk bekerja sesuai dengan aturan. Mereka juga dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif.

“Mereka sudah mampu mengalahkan pesaing lain, saya berharap bisa menjadi yang the best diantara PNS yang lain,” kata Hendi, sapaan Wali Kota Semarang.

Dia juga berpesan kepada para PNS baru untuk terus menjaga komunikasi baik dengan atasan, rekan kerja, maupun masyarakat.

“ASN adalah abdi masyarakat. Tugasnya melayani masyarakat dengan baik. Tidak boleh kalau dicari masyarakat susah. PNS harus ada di lapisan masyarakat,” tegasnya.

Diakui Hendi, sejumlah 683 PNS baru tersebut tentunya akan sangat membantu Pemkot Semarang meski jumlah tersebut belum ideal. Menurut perhitungan, Pemkot Semarang masih membutuhkan 3.000 PNS. Selama ini, kekurangan tersebut ditutup dengan adanya pegawai non ASN yang saat ini terus diperpanjang kontraknya.

“Ada masukan 683 itu luar biasa. Kami akan optimalkan dengan kondisi yang ada,” ucapnya.

 

 

 

Sumber : Tribun Jateng

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng