Akhmad Sahal Minta Robertus Dibebaskan, Permadi: Maaf Ya, Saya Dukung Puspen TNI dan Polri

Jakarta – Pemerhati politik Permadi Arya atau kerap disapa Abu Janda menanggapi pernyataan pengurus cabang Istimewa Nahdatul Ulama Amerika Serikat, Akhmad Sahal, yang meminta Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robet, dibebaskan segera.

Kata Permadi, dia mendukung Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia dan Polri untuk menindak tegas Robertus Robet.

Tak hanya itu, Abu Janda juga menyarankan Akhmad Sahal untuk memaklumi tweet Mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo yang mengatakan kalau Robertus Robet telah melakukan ujaran kebencian.

Menurut Permadi, hal tersebut bisa dimaklumi lantaran JS Prabowo tidak terima.

“Maaf yai @sahaL_AS , saya dukung @Puspen_TNI @DivHumas_Polri proses @Republik_Baru. Apapun konteksnya, melecehkan mars TNI “TNI tidak berguna” itu terlalu. Bisa dimaklumi @marierteman tidak terima. Kita juga tidak terima jika ada yg pelesetkan “Yalal wathon” buat hina NU kan?” tulis Permadi seperti dikutip, Jumat (8/3/2019).

Sebelumnya diketahui, Robertus Robet dalam orasi Kamisan di depan Istana Negara (28/2/2019) dianggap melakukan penghinaan terhadap TNI.

Kemudian penangkapan Robertus disampaikan Peneliti Amnesty International Indonesia Papang Hidayat. Kata Papang, polisi mendatangi rumah Robet sekitar pukul 00.15, kemudian membawanya ke Mabes Polri.

“Pada 7 Maret 2019 sekitar pukul 00.15 pihak Kepolisian mendatangi rumah Robertus Robet dan membawanya ke Markas Besar Kepolisian untuk proses penyidikan,” ujar Papang melalui pesan singkat, Kamis (7/3/2019).

Namun, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengaku belum mengetahui kapan pemeriksaan Robertus yang ditetapkan sebagai tersangka yang diduga menghina institusi TNI.

Sebab, kata dia pemeriksaan terhadap Robet tergantung dari penyidik Bareskrim Polri. “Nanti akan dibuat rencana tindak lanjut oleh penyidik. Itu secara teknis penyidik yang akan membuat rencana selanjutnya,” tegas dia di Jakarta Jumat (8/3/2019).

Lanjut Jenderal Bintang Satu itu, pihaknya akan mempercepat proses penyidikan agar kasus ini bisa segera diselesaikan secara hukum.

“Itu secara umum teknis ya (pemeriksaannya), menyangkut konstruksi hukum pembuktian. Itu yang menjadi pijakan kepolisian dalam rangka memproses atau melakukan penyidikan terhadap tersangka R,” ungkap dia.

 

 

Sumber : Akurat

Editor : Awlina login by Polda Jateng