Aksi Masif Brimob Jateng Bersih-Bersih Kota: Dari Sungai Tersumbat hingga Taman Kumuh Disulap Jadi Nyaman
Semarang – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan jajaran Satuan Brimob Polda Jawa Tengah. Ratusan personel diterjunkan dalam aksi kerja bakti massal yang digelar serentak di sejumlah wilayah, Minggu (22/2/2026), sebagai bagian dari gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini menyasar lokasi-lokasi strategis yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, yakni Sungai Jenes di Surakarta, Taman Nursery Yosorejo di Kota Pekalongan, Lapangan Taman Bumi Rejo di Banyumanik Semarang, serta aliran sungai di Kelurahan Gisikdrono, Semarang Barat.
Di Surakarta, personel Kompi 2C di bawah pimpinan AKP Sholikan Karno fokus membersihkan tumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran Sungai Jenes. Dengan peralatan seperti jaring, sekop, dan alat pengangkut sampah, petugas bersama instansi terkait menyisir sepanjang aliran sungai guna mencegah risiko banjir dan pencemaran lingkungan.
Kegiatan serupa juga dilakukan di Gisikdrono, Semarang Barat. Personel Brimob bersama warga bahu-membahu mengangkat sampah dan membersihkan sedimentasi yang mengganggu kelancaran aliran air.
Sementara itu di Kota Pekalongan, personel yang dipimpin Iptu Sukadi melakukan penataan dan pengurangan sampah plastik di kawasan Taman Nursery Yosorejo. Penanganan tidak hanya difokuskan pada kebersihan, tetapi juga penataan area agar kembali nyaman sebagai ruang terbuka hijau bagi masyarakat.
Di wilayah Banyumanik, Semarang, personel di bawah komando Iptu Herman Wahyu Pratomo memastikan Lapangan Taman Bumi Rejo bersih dari sampah dan rumput liar, sehingga kembali layak dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan rekreasi warga.
Dansat Brimob Polda Jawa Tengah Kombes Pol Noor Hudaya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
“Gerakan Indonesia ASRI ini bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi memulihkan fungsi lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif. Sungai harus bersih agar aliran lancar, taman harus terawat agar masyarakat memiliki ruang hidup yang sehat,” ujarnya.
Menurutnya, konsistensi kegiatan menjadi kunci agar perubahan tidak hanya bersifat sementara, tetapi membentuk kebiasaan baru yang positif di tengah masyarakat.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menilai aksi tersebut sebagai bentuk nyata kedekatan Polri dengan masyarakat.
“Ini adalah bukti kemanunggalan Polri dengan rakyat. Melalui kerja bakti bersama, kami ingin menginspirasi bahwa menjaga kebersihan lingkungan berarti menjaga masa depan. Semangat gotong royong ini harus terus dipelihara agar lingkungan yang sudah bersih tetap terjaga dalam jangka panjang,” kata Artanto.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, aksi gotong royong ini juga memperkuat sinergi serta kebersamaan antara personel kepolisian, instansi terkait, dan warga di berbagai daerah di Jawa Tengah. (*)