Aliansi Serikat Pekerja Wonosobo lakukan Deklarasi Cinta Damai

Polres Wonosobo,- Aliansi Serikat Pekerja Wonosobo atau yang disingkat ( ASPW ) melakukan deklarasi cinta damai di depan Gedung DPRD kabupaten Wonosobo,Senin (19/10)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Hadir dalam kegiatan tersebut ,Wakil Ketua DPRD Kab. Wonosobo, Sumardiyo, S.E., Ketua Komisi A DPRD Kab. Wonosobo, H. Suwondo Yudhistiro, S.Sos.I,M.Ag., Anggota Komisi A DPRD Kab. Wonosobo, Agus Riyadi, Kepala Disnakerintrans Wonosobo, Sdr. Kristiyanto, S.H., Kabid Ketenagakerjaan Disnakerintrans Wonosobo, Utik Retno Setyoningsih, S.E., Ketua Aliansi Serikat Pekerja Wonosobo, Sdr. Andreas Suroso., Perwakilan SP PT. ISW (Inti Sarana Wijaya) / karyawan outsourcing RSUD Wonosono, Sdr. Arif Susanto, Perwakilan SP PT. Tambi, Sdr. Zunaedi dan Teguh Santoso, Perwakilan SP PT. Tirta Investama (Aqua) Wonosobo, Sdr. Tri Sofan A dan Sdr. Didin, Ketua SP PT. Geodipa Energi, Sdr. Suwito, Pengurus dan anggota Aliansi Serikat Pekerja Wonosobo (ASPW) sebanyak 35 orang,

Selain itu juga ikut dalam deklarasi cinta damai Dandim 0707 Wonosobo, Kapolres Wonosobo dan Setda kabupaten Wonosobo, dalam deklarasi tersebut menyampaikan bahwa Aliansi Serikat Pekerja Wonosobo menolak keras aksi penyampian pendapat didepan umum dengan cara yang anarkis ,vandalisma dan merusak fasilitas umum.

Pihak ASPW sebelumnya juga telah melakukan audiensi antara ASPW dengan ketua DPRD kabupaten Wonosobo dalam sambutannya bapak Sumardiyo menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak ASPW yang telah hadir melakukan audiensi, Mudah – mudahan apa yang menjadi komitmen dari ASPW kepada DPRD Wonosobo agar segera di tindaklanjuti , terkait dengan UU Cipta kerja / omnibuslaw sudah menjdi hak dari DPR pusat sehingga DPRD Wonosobo hanya terkena dampak dari UU tersebut,Mengapresiasi kepada ASPW tidak melakukan aksi turun ke jalan dan kegiatan dilaksanakan secara audiensi semoga dengan kegiatan ini mendapat manfaat dan sesuai hasil yang diharapkan.

Dalam penyampaian Ketua Aliansi Serikat Pekerja Wonosobo, Sdr. Andreas Suroso menyampaikan permasalahan yang dihadapi yaitu agar di Kab Wonosobo permasalahan tenaga kerja sangat banyak sekali diantaranya yaitu Permasalahan Upah buruh petik di PT. Tambi, Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, Pengangkatan karyawan oursourching menjadi karyawan BULD di RSUD, Nasib karyawan rita yang sebentar lagi kontrak rita berakir, Masih banyak upah karyawan dibawah UMK Kab. Wonosobo dimana terdapat upah buruh sebesar 35.000/hari yang seharusnya upah sesuai UMK Wonosobo dalam hitungan per hari sebesar Rp. 75.000.

Penyampaian Perwakilan SP PT. ISW (Inti Sarana Wijaya) / karyawan outsourcing RSUD Wonosono, Sdr. Arif Susanto meminta kepada pemerintah dan DPRD Wonosobo agar memberikan perintah kepada manajemen RSUD terkait perpindahan status karyawan outsourching clening servis RSUD Setjoenegoro agar di tingkatkan statusnya menjadi karyawan BLUD.

Sedangkan dari perwakilan SP PT. Tambi, Sdr. Zunaedi mengungkapkan bahwa PT. Tambi merupakan perusahaan perseroan terbatas (swata murni) antara pemda dengan PT. Indoglobal Galang Pamitra sebagai pemegang saham kepemilikan masing masing saham adalah 50 persen seharusnya antara Pemda dan PT. Indoglobal Galang Pamitra mempunyai kekuatan yang sama dalam mengambil kebijakan.