Anjing K9 Polres Wonogiri Bantu Pencarian Korban Longsor Banjarnegara
WONOGIRI – Anjing pintar K9 dari Sat Samapta Polres Wonogiri, ikut membantu pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Lewat endusan penciumannya, mampu mendeteksi keberadaan korban yang tertimbun material longsoran.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, semalam, menyatakan, ini merupakan bentuk sinergi dukungan dalam upaya mempercepat pencarian korban tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara.
Personel yang diberangkatkan terdiri atas anggota yang di-BKO (Bawah Komando)-kan pada Sampata. Yakni Bripka Rangga Saputra, Bripda Dani Bollabur dan Bripda Gofi Coni, serta satuan satwa K9 bernama Justin.
Tiba di lokasi bencana, Kamis pagi (20/11/25) Pukul 06.00, Tim K9 Polres Wonogiri langsung melakukan penyisiran dan pencarian titik potensial. Ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan korban di area terdampak longsor. Hasilnya, berhasil menemukan empat titik awal indikasi keberadaan korban.
Temuan ini, kemudian ditindaklanjuti proses penggalian yang dilakukan oleh para relawan gabungan. Dari sektor C2, berhasil dilakukan satu pengangkatan jenazah, berkat penunjukan area oleh Anjing K9.
Pelacak
Kapolres menegaskan, pengiriman Tim K9 dari Wonogiri, sebagai upaya membantu percepatan proses pencarian korban. ”Kami berterima kasih kepada seluruh personel serta relawan, yang bekerja tanpa kenal lelah di lokasi. Semoga seluruh korban dapat segera ditemukan,” tandas Kapolres.
Kata K9 adalah homofon (kata yang terdengar sama pengucapannya tapi memiliki ejaan dan makna berbeda) dari Canine. Homos berasal dari Bahasa Yunani homos yang artinya sama dan fon (phone) artinya suara. K adalah singkatan dari kata Canine dan 9 dibaca sama dengan nine. K-9 berasal dari kata Canine yang diidentikkan dengan jenis anjing yang jenius. Dari situlah kemudian muncul istilah Canine atau K-9, yang dijadikan sebutan untuk anjing pelacak milik kepolisian.
Hampir institusi kepolisian di seluruh dunia, memiliki satuan anjing pelacak. Namun, ternyata tidak semua anjing dapat dijadikan anjing pelacak K-9. Karena hanya yang berjenis Belgian Malinois atau German Shepherds atau biasa disebut Anjing Gembala Jerman (AGJ) untuk dapat menjalani program K9. Jenisnya terdiri atas Anjing German Shepherd, Beligian Malionis, Doberman, Golden Retriever, Labrador Retriever dan Beagle.
Jenis anjing tersebut, setelah menjalani pelatihan, memiliki keahlian, yakni mampu untuk melacak sesuatu, seperti mengendus obat-obatan terlarang, mengendus penjahat, mendeteksi keberadaan korban tanah longsor atau korban yang tertimbun reruntuhan bangunan.
Anjing K9 dilatih khusus untuk membantu penegak hukum di institusi Kepolisian dan Bea Cukai. Karena mampu mendeteksi narkotika, bahan peledak, sampai untuk membantu kepntingan pencarian orang hilang. Keberadaannnya menjadi bagian penting dari unit penegak hukum, karena mampu membantu penangkapan penjahat dan dapat digunakan dalam berbagai situasi darurat seperti penanganan bencana.
sumber: suarabaru