Awal Tahun 2020, Empat Pengedar Sabu di Tegal Diringkus

bhinnekanusantara.id – Awal Tahun 2020 ini, Polres Tegal Kota sudah meringkus 4 pengedar narkoba. Salah seorang tersangka pengedar narkotika golongan 1 jenis sabu seorang wanita. Empat tersangka tersebut berinisial ST alis Simot, DS alis Kopral, PW alias Gento dan perempuan DR.

“Kurang dari 15 hari di awal tahun ini, Polres Tegal Kota berhasil mengungkap 4 kasus peredaran Narkotika Golongan Satu jenis Sabu,” ungkap Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah dalam press conference, Senin (13/1/2020).

“Tugas dalam pengendarannya pun berbeda-beda,” tambahnya.

AKBP Siti Rondhijah menuturkan, dimulai pada tanggal 3 Januari 2020, ST alias Cimot alias Simot warga Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal tertangkap di Indomart Jalan raya Martoloyo Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal.

“Saat itu ST memesan atau membeli narkotika kepada DS alias Kopral di Pekalongan dengan harga Rp 1.350.000,” ujarnya.

Kemudian satu paket itu dibawa ke Kota Tegal. Sabu tersebut hendak dipakai oleh tersangka dan temannya. Saat ST di Indormart sedang membeli air mineral untuk dibuat bong, aparat kepolisian yang sedang tugas lapangan menangkapnya dan menemukan barang bukti di ST narkotika jenis Sabu dengan berat 0,65 gram dan alat komunikasi HP hitam.

Dari penangkapan ST tersebut, pihak polisi pun mengembangkan penyelidikan ke jaringan lain. Pengakuan ST, narkotika dibeli di daerah Pekalongan. Petugas bekerja sama dengan ST memancing DS alis Kopral.

Pada tanggal 6 Januari 2020, polisi berhasil menangkap DS di Pekalongan. Ternyata DS tersebut sebagai kurir. Tak sampai di situ, Polres Tegal Kota pun terus mengembangkan jaringan narkotika antar kota tersebut.

Setelah berhasil menangkap tersangka ST dan DS, polisi pun berlanjut dalam pengembangan. Dari pengakuan DS, barang tersebut dapat dari seorang bernama PW alias Gento.

Proses penyelidikan PW alias Gento pun dikembangkan. PW sendiri warga Desa Klegen Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang, pada tanggal 7 Januari berhasil ditangkap di jalan Mayjen Sutoyo Kelurahan Pekauman Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal. Dalam penangkapan PW, terdapat delapan paket sabu dengan berat 8,37 gram. PW sendiri dalam tugasnya sebagai kuda atau peluncur seseorang berinisial Ruwet.  PW dalam menjadi kuda atau peluncur mendapat upah Rp 300.000 dalam delapan paket sabu.

“Penyelidikan pengedaran narkotika jenis sabu tersebut, masih dalam pengejaran bandar besarnya,” tegas Kapolres Tegal Kota.

Penangkapan jaringan narkoba jenis sabu tersebut, dari tiga tersangka masih terus dikembangkan. Sedangkan tersangka DR tertangkap di Lapas Tegal.

Empat tersangka akan dikenakan pasal tentang narkotika. Untuk ST alias Simot dikenakan Pasal 112 ayat ( 1) Jo 27 ayat ( 1 ) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Untuk DS alias Kopral dikenakan pasal  Pasal 114 ayat ( 1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. PW alias Gento dikenakan Pasal 114 ayat ( 2 ) Jo 112 ayat ( 2 ) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan hukuman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sedangkan untuk pelaku perempuan DR dikenakan  Pasal 114 ayat ( 1 ) Jo 112 ayat ( 1 ) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

 

sumber : panturapos

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi