Awas! Polresta Malang Kota Soroti Lonjakan Aksi Kriminal Anak, Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan
Kota Malang – Polresta Malang Kota menyoroti meningkatnya tren keterlibatan anak usia sekolah dalam aksi kriminalitas jalanan. Fenomena ini dinilai menjadi ancaman serius yang tidak boleh diabaikan dan membutuhkan sinergi semua pihak untuk mencegah berkembangnya perilaku kekerasan di kalangan remaja.
Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol M. Sholeh mengungkapkan, meskipun secara statistik jumlah kasus yang melibatkan anak belum mendominasi, tetapi tingkat keberanian para pelaku yang masih berstatus pelajar justru meningkat drastis.
“Presentasenya memang tidak banyak, tapi mereka sangat berani melakukan kejahatan. Bahkan beberapa kasus melibatkan penggunaan senjata tajam oleh anak-anak, dan itu sangat mengkhawatirkan,” kata Sholeh kepada awak media, Sabtu (22/11/2025).
Pengawasan Lingkungan Dianggap Lemah
Sholeh menilai, perilaku kekerasan di kalangan remaja tidak terlepas dari lemahnya pola pengawasan keluarga dan lingkungan terdekat. Situasi ini membuat anak-anak lebih mudah terpengaruh perilaku negatif dan memandang tindakan kekerasan sebagai sesuatu yang normal.
“Jika kita tidak melakukan effort, kondisi seperti ini akan dianggap hal biasa. Lingkungan harus ikut melakukan pengawasan ketat. Orang tua perlu mengecek alat komunikasi anak, jangan sampai ada unsur kekerasan yang memicu tindakan kriminal,” tegasnya.
Kompol Sholeh menekankan bahwa anak-anak tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa kontrol sosial, terutama dalam era digital di mana konten kekerasan sangat mudah diakses.
Langkah Polresta Malang Kota: Edukasi ke Sekolah
Untuk menekan tren kriminalitas remaja, Polresta Malang Kota telah menjalankan berbagai upaya preemtif dan preventif. Salah satunya melalui program edukasi “Police Go To School”, yaitu kegiatan penyuluhan mengenai bahaya kenakalan remaja dan risiko hukum tindakan kriminal.
“Kami datang langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi mengenai bahaya tindak kriminal, kenakalan remaja, dan dampak penggunaan senjata tajam,” jelas Sholeh.
Program ini diklaim efektif karena mendorong pendekatan langsung kepada pelajar dan pihak sekolah agar lebih waspada terhadap dinamika perilaku anak.
Kolaborasi Semua Pihak Adalah Kunci
Kompol Sholeh menegaskan bahwa penanganan kriminalitas anak tidak bisa dibebankan hanya pada kepolisian. Sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pencegahan.
“Kami berharap peran orang tua, keluarga, dan sekolah ditingkatkan. Jangan biarkan anak-anak terjerumus dalam kekerasan atau tindakan melawan hukum,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya kasus-kasus kriminal yang melibatkan pelajar sebagai pelaku maupun korban, Polresta Malang Kota mengajak semua elemen untuk memperkuat komunikasi dan pengawasan agar masa depan generasi muda tidak dirusak oleh budaya kekerasan. (*)