Banyak Pengendara Kaget Dikira Ditilang, Satlantas Malang Kota Justru Bagikan Helm Gratis di Operasi Zebra Semeru
Kota Malang – Pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025 di Kota Malang menghadirkan pendekatan berbeda. Bukan hanya fokus pada penindakan pelanggar aturan lalu lintas, Satlantas Polresta Malang Kota memilih strategi humanis dengan membagikan sekitar 100 helm berstandar SNI secara gratis kepada pengendara, Sabtu (22/11/2025).
Aksi kemanusiaan sekaligus edukasi keselamatan berkendara itu dipimpin langsung Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Agung Fitransyah, di sejumlah titik strategis wilayah kota, termasuk Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL).
Kompol Agung mengatakan bahwa pembagian helm ini merupakan upaya preemtif untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keselamatan di jalan. Helai demi helai helm dipakaikan langsung kepada pengendara yang kedapatan tidak menggunakan pelindung kepala.
“Masyarakat kadang merasa perjalanan dekat tidak perlu memakai helm. Padahal risiko kecelakaan tidak mengenal jarak. Kami ingin menggugah kesadaran itu melalui edukasi langsung dan pembagian helm gratis,” ujar Agung.
Agung menjelaskan, sejak Operasi Zebra Semeru dimulai pada 17 November 2025, tingkat kepatuhan pengendara di KTL dan ruas jalan utama Kota Malang menunjukkan tren peningkatan. Meski data resmi masih direkap, pendekatan lebih banyak teguran edukatif daripada tilang dinilai berdampak signifikan.
“Banyak pengendara awalnya cemas karena mengira akan kena tilang. Tapi setelah menerima edukasi dan helm gratis, responnya sangat positif,” tambahnya.
Dalam operasi ini, Satlantas Polresta Malang Kota juga mengoptimalkan pemanfaatan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), bodycam personel, serta sosialisasi terkait risiko kecelakaan dan pentingnya keselamatan.
Agung menegaskan bahwa pihaknya ingin menumbuhkan budaya sadar risiko dan tertib berkendara berkelanjutan.
“Penegakan aturan tidak sekadar menghukum, tetapi membangun budaya tertib. Keselamatan bukan pilihan, tetapi kebutuhan,” tegasnya.
Operasi Zebra Semeru 2025 akan berlangsung hingga 1 Desember 2025, dengan fokus pada pengendalian pelanggaran prioritas, edukasi masif keselamatan, serta meminimalkan angka fatalitas kecelakaan.
Warga yang menerima helm gratis menyampaikan apresiasi. Mereka menyebut pendekatan humanis membuat polisi semakin dekat dengan masyarakat dan mendorong kesadaran publik untuk menjaga diri serta keluarga saat berkendara. (*)