Banyak PHK, Kapolda Jateng Inisiasi Program Budidaya Ikan Konsumsi dan Aquaponik

bhinnekanusantara.id – Sutarjo, Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Tengah, menyebut saat ini sebanyak 1.900 anggotanya terkena PHK. Sementara 20 ribu lainnya dirumahkan.

“Karena ada corona ini, anggota kami jumlahnya 40 ribuan, setengahnya dirumahkan. Dan 1.900 kena PHK,” jelasnya di sela padat karya budi daya ikan oleh Polda Jateng di kawasan Langensari, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Senin (6/7/2020).

Sutarjo pun mengatakan saat ini banyak anggotanya yang menganggur selama beberapa bulan terakhir.

“Mereka kadang jualan agar tetap bisa mendapatkan penghasilan,” paparnya.

Terkait budi daya ikan lele inisiasi Polda Jateng tersebut, Sutarjo berharap hal itu bisa membantu memulihkan perekonomian warga terutama anggotanya.

“Artinya ini menjadi bantuan yang signifikan bagi kami, bahwa teman-teman yang terkena dampak corona di Kabupaten Semarang sangat terbantu,” jelasnya.

Adapun dalam padat karya itu ada 12 kolam buatan dibuat di pekarangan rumah Budi Widarnoto, Ketua DPC SPN Kabupaten Semarang.

12 kolam tersbebut berisi masing-masing 10 ribu benih lele dan seribu benih ikan nila.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, menerangkan, budi daya ikan lele itu merupakan kerjasama dengan serikat pekerja di Jateng dan pihak terkait, bertujuan untuk menanggulangi dampak corona di Jawa Tengah.

“Bagi mereka yang terdampak maupun mereka yang terimplikasi terdapat masyarakat positif corona, apalagi itu serikat pekerja agar bisa ditanggulangi dengan cara-cara seperti ini,” jelasnya.

Target padat karya itu, menurut Kapolda Jateng nantinya akan dilaksanakan di seluruh Jawa Tengah.

Selain budidaya ikan, menurutnya padat karya juga menyasar pembibitan tanaman secara hidroponik.

“Teknisnya, seluruh polres di jajaran Polda Jateng menentukan kawasan pemukiman yang terdapat buruh yang terkena PHK, dan dibantu dengan cara-cara ini agar perekonomian bisa membaik,” terangnya. (dealova)