Bareskrim Mabes Polri Tangkap Dua Warga Palembang

Bobol Bank BUMN Via Aplikasi, Raup Uang Rp16 M

bhinnekanusantara.id – Bareskrim Mabes Polri tangkap dua warga Palembang yakni berinisial YA dan RF.

Diketahui dua warga Palembang ini merupakan pelaku pembobolan bank BUMN di Palembang yang berhasil raup uang senilai Rp 16 miliar lewat aplikasi Kudo tanpa kurangi saldo.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri mengatakan Total kerugian dari bank BUMN yang ada di Palembang sendiri cukup besar, yaitu kurang lebih sekitar Rp16 Miliar

“Totalnya memang cukup besar 16 miliar dan kepolisian baru berhasil diungkap baru 1 sindikat dengan total kerugian kurang lebih sekitar Rp1,3 miliar,”kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi melalui Kasubdit Penmas AKBP Ali Ansori.

“Memang ada penangkapan tersebut belum lama ini, sifatnya kita hanya back up saja dan ditangkap di Selapan,”ujar Ali Ansori kepada Sripoku.com, Selasa (10/9/2019)

Lebih jauh dirinya tak mau menjawab dengan ditail, sebelumnya Kepala Unit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Polri Komisaris Ronald Sipayung menambahkan modus pembobolan menggunakan aplikasi E Commerce Kudo
selanjutnya pembayaran dengan menggunakan bank BUMN.

Namun saldo YA dan RF tidak pernah berkurang. Akibatnya bank tersebut tetap harus membayar tagihan kepada aplikasi E Commersi Kudo.

“Mereka melakukan top up pulsa dan pembayaran-pembayaran lain, namun saldo di rekening tidak berkurang,” kata Ronald

Dan mereka mempelajarinya secara otodidak dan hasil kejahatanya ini, kedua pelaku telah membeli properti seperti rumah dan kendaraan. atas kejadian tindakan yang dilakukan YA dan RF melanggar pasal 28 Ayat 1

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 378 KUHP dan/atau pasal 372 KUHP dan/atau pasal 362 KUHP.

Ronald menegaskan, pihaknya masih terus memburu sindikat lainnya dengan modus pembobolan bank melalui manipulasi transaksi e-commerce ini.

 

sumber : tribunews

editor : saibumi @polda jateng #polres rembang

Silakan berkomentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.