Bawaslu Babel Ingatkan Caleg tidak Melakukan Politik Uang

Babel – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak main-main melakukan tindakan baik itu secara administratif maupun ke ranah hukum pidana. Seperti yang dilakukan di Belitung Timur.

Ketua Bawaslu Provinsi Babel, Edi Irawan, meminta para calon legeslatif (Caleg) DPRD Kabupaten/kota/Provinsi/ Pusat dan DPD harus berhati-hati dalam melakukan aksi kampanye di masyarakat dengan tidak melakukan politik uang (money politic).

Menurutnya bila sampai ketahuan atau dilaporkan, para caleg akan dikenakan dengan sanksi yang berat. Sanksi tersebut misalnya, dibatalkan sebagai caleg, dan hukuman penjara selama 2 tahun dengan denda 24 juta.

“Kalau terbukti dan masuk dalam ranah pidana, tentunya sanksi berat, seperti dibatalkan sebagai Caleg serta hukuman penjara 2 taun dan denda Rp.24 juta, makanya caleg harus berhati-hati jangan sampai melakukan money politik,” kata Edi, Kamis (7/3).

Edi tidak menapik untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sangatlah sulit. Ia menekankan, praktik politik uang akan tetap dihapuskan dan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu.

“Money politic ini tanggung jawab kita bersama termasuk Parpol dan para caleg,” ujarnya.

Ia menjelaskan terkait pemberian souvenir atau bahan kampanye kepada masyarakat dibenarkan oleh aturan yakni PKPU No. 23 tahun 2018. Akan tetapi, bahan kampanye yang akan diberikan oleh parpol atau caleg ke masyarakat sudah diatur, baik jenis, maupun besarannya.

“Benar aturan itu ada, tetapi kan besaranya sudah diatur jadi tidak bisa sembarang memberi souvernir atau bahan kampanye,” terangnya.

Dibeberkannya, untuk bahan kampanye atau souvenir yang boleh diberikan ke masyarakat saat caleg berkampanye ada 12 item. Souvenir yang diperbolehkan untuk dibagikan saat kampanye yaitu selebaran (flyer), brosur (leaflet), pamflet, poster, stiker, pakaian, penutup kepala, alat minum/makan, kalender, kartu nama, pin dan atau alat tulis.

“Sebanyak 12 item bahan kampanye itu kalau dikonversikan dengan uang tidak boleh lebih dari Rp 60.000. Yang tidak boleh paket sembako atau uang,” kata Edi Irawan.

Ia mencontohkan seperti dugaan kasus politik uang yang dilakukan dua caleg di Belitung Timur yang dilaporkan bawaslu melalui Gakkumdu ke Satreskrim Polres Beltim pada selasa (26/2) lalu.

Kedua caleg tersebut merupakan kandidat dari partai yang sama, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN). Untuk Wahyuni (Ramadhani) merupakan caleg tingkat Kabupaten Beltim wilayah Dapil 3, sedangkan Azhar (Asbarata) merupakan caleg Provinsi Babel, Dapil 4.

Kedua tersangka diduga telah membagikan paket sembako di wilayah Desa Jangkar Asam, Kecamatan Gantung, Kabupaten Beltim. Temuan barang bukti dari aksi nekad itu kemudian diamankan di Polres Beltim.

Adapun barang bukti berupa 2 kantong plastik berwarna hitam berisi Gula Pasir Tebu Merk La-ku 500 seberat 500 gram, Teh Bendera Celup seberat 10 gram, kopi bubuk merk Kingkong dan kartu nama atas nama caleg DPRD Provinsi Babel Dapil 4 dan caleg DPRD Beltim Dapil 3.

 

 

Sumber : Media Indonesia

Editor : Awlina login by Polda Jateng