oleh

Bawaslu Jateng Kembali Temukan 8 WNA Masuk DPT Pemilu 2019

bhinnekanusantara.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di 35 kabupaten/kota di Jateng melakukan penyisiran Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019.

Hasilnya, terdapat delapan warga negara asing (WNA) yang masih masuk dalam DPT. Tambahan delapan nama tersebut maka hingga Minggu (10/3) ada 20 WNA yang masuk dalam DPT.

Dari jumlah tersebut, 12 WNA telah dicoret oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing kabupaten/ kota. ”Bawaslu kabupaten/kota sudah melakukan klarifikasi dan meminta agar mereka (delapan WNA-Red) dicoret dari DPT,” kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Tengah Anik Sholihatun, kemarin.

Delapan WNA hasil temuan Bawaslu kabupaten/kota di Jateng tersebut tersebar di beberapa daerah, dua WNA di Kota Tegal, Kota Surakarta (3), dan masing-masing satu WNA di Kabupaten Purworejo, Kabupaten Batang, serta Kota Salatiga.

Lebih lanjut Ana mengatakan, keberadaan WNA di Jateng yang masih masuk dalam DPT tersebut bisa saja bertambah. Sebab, proses pengawasan masih terus berlangsung. Pihaknya masih terus melakukan penelusuran guna menyisir jika ada WNA yang masuk dalam DPT.

Adapun 12 WNA sebelumnya terdeteksi di Purworejo tiga orang, Banyumas (2), Surakarta (2), kemudian Kabupaten Sragen, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Tegal, dan Purbalingga masingmasing satu orang.

Dari data tersebut berarti sudah ada 20 WNA yang dideteksi masuk DPT sehingga dicoret. Bawaslu Jateng bersama seluruh jajarannya masih terus melakukan proses pengawasan terhadap keberadaan WNA yang masuk dalam DPT.

Klarifikasi

Sebelumnya, Koordiantor Divisi Data dan Informasi KPU Jateng, Paulus Widiyantoro mengatakan, sebanyak 12 WNA di Jateng masuk dalam DPT. Data tersebut diterima dari KPU RI dan Kemendagri.

Setelah itu KPU di Kabupaten Kota melakukan klarifikasi ke daerah masing-masing dan segera dilakukan pencoretan. Kepala Dinas Permasdes Dukcapil Jateng, Sugeng Riyanto mengatakan, ada 2.732 WNA yang tinggal di Jateng dan memegang Kitas (Kartu Izin Tinggal Terbatas).

Kemudian ada 440 WNA memegang Kitap (Kartu Izin Tinggal Tetap), 132 WNA telah melakukan rekam data KTP elektronik dan 127 diantaranya telah memiliki KTP elektronik.

Untuk memiliki KTP elektronik, sejumah persyaratan harus dipenuhi oleh WNA. ”Harus punya Kitap dan untuk memiliki Kitap diawali dengan kepemilikan Kitas dulu.

Lamanya sesuai batas waktu dalam surat keimigrasian,” kata Sugeng. KTP elektronik WNA juga ada masa berlakunya disesuaikan dengan masa berlaku Izin tinggal tetap yang diterbitkan Imigrasi Kemenkum dan HAM.

Di KTP elektronik WNA juga tertera status kewarganegaraannya, yaitu sesuai dengan negara asal WNA tersebut. Meskipun memiliki KTP elektronik, orang asing dibatasi hak-haknya seperti tidak bisa memilih dan dipilih dalam pemilu. 

 

 

Sumber : Kompas

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng

News Feed