Bentrok Perguruan Silat di Karanganyar, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Bentrok Perguruan Silat di Karanganyar, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

KARANGANYAR — Polres Karanganyar hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kasus bentrokan antarperguruan silat yang terjadi di wilayah Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Minggu (25/1/2026).

Padahal, peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan videonya sempat viral di media sosial.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Wikan Sri Kadiyono mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan perkara bentrokan tersebut sudah masuk tahap penyidikan. Namun, penetapan tersangka masih menunggu kelengkapan alat bukti dan hasil pemeriksaan saksi.

“Perkaranya sudah sidik, tapi sampai sekarang belum ada tersangka. Kami masih melengkapi keterangan saksi dan alat bukti,” ujar Wikan saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).

Wikan menyebut penyidik telah memeriksa sekitar 16 saksi. Selain itu, polisi juga mengamankan 14 orang yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut. Sebagian dari mereka masih berstatus saksi karena tidak terlibat langsung dalam aksi kekerasan.

“Yang diamankan itu sebagian saksi. Tidak semuanya pelaku langsung. Kami masih mendalami peran masing-masing,” jelasnya.

Menurut Wikan, bentrokan terjadi saat dua rombongan perguruan silat berpapasan di lokasi kejadian. Kedua kelompok tersebut diketahui sama-sama bergerak menuju kawasan Tawangmangu.

“Rombongan sama-sama bergerak ke Tawangmangu. Saat berpapasan di lokasi kejadian, terjadi bentrok karena datang berkelompok,” katanya.

Ia menambahkan, korban maupun pihak yang diduga terlibat berasal dari sesama perguruan silat. Akibat bentrokan tersebut, sejumlah pesilat mengalami luka akibat sabetan senjata tajam jenis celurit.

“Korban mengalami luka karena senjata tajam celurit,” ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, helm, serta satu bilah senjata tajam jenis celurit. Dari 14 orang yang diamankan, satu di antaranya masih di bawah umur. Beberapa korban hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit sehingga belum dapat dimintai keterangan.

Terkait motif, Wikan menyebut bentrokan dipicu pertemuan dua kelompok perguruan silat yang berbeda. Meski demikian, polisi masih terus mendalami penyebab dan pihak yang paling bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

“Gambaran pelaku sebenarnya sudah ada, tapi kami masih membutuhkan tambahan saksi untuk menguatkan sebelum penetapan tersangka dan gelar perkara,” pungkas Wikan.

sumber: solopos

Read more