BSP Wonogiri Dibagikan Dalam Bentuk Sembako

bhinnekanusantara.id – Bantuan Sosial Pangan (BSP) di Kabupaten Wonogiri akan dibagikan dalam bentuk sembako, Minggu mendatang (31/5).

Bantuan diberikan dalam bentuk sembako karena program tersebut memang bertujuan untuk menjaga ketercukupan gizi masyarakat.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, kabupaten tersebut memperoleh kuota BSP untuk 32.000 keluarga. Adapun pembagian tahap pertama ini diberikan kepada lebih dari 5.000 keluarga

BSP yang akan diberikan senilai Rp 300.000 per keluarga.

“Dari Pemerintah Provinsi Jateng sebesar Rp 200.000, kami dari Pemkab Wonogiri menambahi Rp 100.000 agar perbedaannya tidak terlalu jauh dengan bantuan lainnya. Sehingga jumlahnya nanti Rp 300.000 per keluarga,” katanya usai memimpin rapat evaluasi pelaksanaan Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Pemkab Wonogiri, Jumat (29/5).

Bantuan akan diberikan dalam bentuk sembako. Seperti beras, mi instan, telur, susu, minyak goreng, dan sebagainya

“Bantuan seperti itu agar ketercukupan pangan terjaga. Tetapi selama ini faktanya, ternyata tidak banyak yang membelanjakan bantuan untuk membeli sembako,” ujarnya.

Pembagian sembako dilakukan dengan menggandeng sekitar 30 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di kabupaten tersebut. Adapun barang-barangnya diprioritaskan produk lokal Wonogiri.

“Itu biar ekonomi kita bergerak,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Wonogiri Kurnia Listyarini menambahkan, pada pelaksanaan pembagian BST dan BLT-DD tahap pertama lalu, ada 3.117 BST dan 1.894 BLT-DD yang tidak dapat tersalurkan. BST dan BLT-DD yang tidak tersalurkan itu akan diganti dengan penerima lainnya.

Dia menerangkan, sebagian besar BST dan BLT-DD yang tidak tersalurkan itu karena berbagai faktor. Antara lain diketahui sebagai penerima ganda sebanyak 2.883 keluarga, pindah alamat sebanyak 69 keluarga, mampu sebanyak 419 keluarga, penerima tidak ditemukan sebanyak 267 keluarga dan alasan lain sebanyak 1.451 keluarga.

“Ada penerima yang merasa mampu, mereka kemudian tidak mau mengambil. Ada juga penerima yang tidak bisa mengambil karena merantau, mengalami keterbatasan fisik seperti difabel dan jompo. Kalau yang difabel dan jompo itu, nanti akan didatangi oleh petugas Kantor Pos,” terangnya.

 

Sumber: suaramerdeka

editor : dealova @polda jateng #polres wonogiri #polres brebes