oleh

Cara Purbalingga Bikin Batik Motif Gua Lawa dan Wayang Suket Mendunia

bhinnekanusantara.id – Indonesia dikenal dengan kekayaan budayanya. Salah satunya batik, sebagai seni yang lahir dan tumbuh di nusantara.

Pengakuan bahwa batik adalah produk otentik Indonesia juga telah diakui UNESCO, badan PBB yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan. Batik dinilai sebagai warisan budaya yang mesti dijaga.

Hingga tahun 2017, Pemerintah Indonesia telah mematenkan setidaknya sebanyak 300 desain batik. Pemerintah khawatir, batik Indonesia dijiplak atau bahkan diklaim oleh negara lain.

“Pemerintah Indonesia telah berjuang mendapatkan pengakuan ini. Mereka juga berjuang melindungi batik dari pencuri motif,” ucap PLt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, beberapa waktu lalu.

Salah satu sentra batik yang tengah menggeliat akhir-akhir ini adalah Purbalingga, Jawa Tengah. Dalam khazanah batik-membatik, nama Purbalingga sebelumnya hanya lamat terdengar.

Pamornya kalah oleh kabupaten tetangga, Banyumas atau Pekalongan. Tetapi, perlahan batik Purbalingga mulai memperkaya khazanah batik nasional dengan beragam motifnya.

Hal itu juga tak lepas dari peran pemerintah daerah untuk menggenjot produksi dan memperkenalkan kain batik khas Purbalingga. Pemkab Purbalingga melihat ada potensi untuk membuat batik motif Gua Lawa sejajar dengan motif-motif dari daerah lainnya yang lebih dulu populer.

Bahkan, untuk menjaga agar motif Lawa tak ditiru oleh daerah lainnya, Pemkab Purbalingga telah mematekan produk khasnya ini pada 2017 lalu. Saat itu, pemerintah bahkan sempat menggelar kompetisi desain untuk menemukan motif Lawa terbaik.

“Ada enam yang dipatenkan. Yang menang lomba desain batik. Juara 1 sampai harapan 3,” kata Adi Purwanto, Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UMKM Purbalingga.

 

 

Sumber : Liputan6

Editor : Kiss login by Polda Jateng