Cek Harga Sembako, Bupati Rembang Malah Dicurhati Cicilan Bank

bhinnekanusantara.id – Forkompimda Rembang kemarin blusukan ke pasar kota. Mereka ingin memastikan stok dan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas). Rombongan yang dipimpin bupati setempat, salah satunya dicurhati soal kredit bank bagi UMKM yang kabarnya diberikan kelonggaran selama setahun.

 

Rombongan datang pukul 08.00 WIB. Acaranya singkat. Di mulai pantauan di los kepokmas hingga daging ayam dan kambing. Beberapa pedagang diabsen. Untuk menerangkan harga terupdate hingga pekan ini. Hasilnya fluktuatif.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyarakan pantauan ini acaranya dadakan. Ingin memastikan harga-harga khususnya kepokmas. Forkompimda butuh kepastian. Makanya Polres, Dandim, Kajari, Pengadialan, PN bersama-sama untuk mendapatkan informasi.

 

”Secara umum harga masih stabil. Hanya ada satu dua kenaikan tidak terlalusinifikan. Misalnya kedelai dari Rp 6.600 menjadi Rp 8.500 ribu. Lalu gula sebelumnya Rp 16 ribu menjadi Rp 18 ribu. Itu yang kelihatan mencolok kenaikan dibandingkan kepokmas dari para pedagang,” keterangannya.

Jadi yang perlu disampaikan juga stok. Kalau gula perlu ada operasi gudang-gudang. Karena sempat melihat di media di Kabupaten Blora ada gudang gula sampai meluber, karena tumpukannya ketinggian. Sehingga dindingnya jebol. Jadi Kapolres dan satgasnya operasi kesana.

Diakuinya pekan ini gula kenaikan mencolok. Gula banyak membutuhkan. Ada juga jahe merah. Semula Rp 45 ribu menjadi Rp 90 ribu. Tetapi untuk jahe merah kebutuhan orang tidak terlalu banyak. Terpenting kebutuhan sehari-hari kebutuhan masyarakat tetap ada.

Soal kebijakan kredit bupati berharap semua perlu menunggu kebijakan pemerintah pusat. Misalnya memberikan keringanan bunga atau cicilan dalam setahun tidak mencicil. Nanti akan dirumuskan oleh kementerian, lembaga yang menangani,” pesannya.

“Jadi tidak boleh masyarakat beranggapan. Pak presiden sudah mengumumkan. Justru bank tidak boleh nagih. Jadi sepanjang belum ada keputusan dari Kementerian dan lembaga teknis. Masyarakat bisa menerima aturan yang masih berlaku,” imbuhnya.

 

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi