Cerita Kapolsek Sukoharjo Gendong Gadis Lumpuh Saat Hendak Beri Bantuan untuk Warga

bhinnekanusantara.id – Kepedulian sosok Kapolsek Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, AKP Gerry Armando terhadap warga kurang mampu ini sungguh luar biasa.

Bagaimana tidak, meski menjadi salah seorang pejabat di lingkungan Polres Sukoharjo, perwira dengan pangkat balok tiga di pundak ini tak ragu-ragu untuk menggendong seorang warga yang mengalami lumpuh.

AKP Gerry menggendong gadis berusia 20 tahun bernama Fitri yang hendak dibawa ke klinik milik Polres Sukoharjo.

Fitri merupakan warga Kampung Ngluwang, Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo yang mengalami lumpuh sejak duduk di kelas 1 SMP.

“Sakitnya (Fitri) sudah lama. Kita tawarkan kepada bapaknya mau kita periksakan ke Klinik Polres Sukoharjo. Awalnya mau digendong sama bapaknya.

Karena kondisi bapaknya sudah cukup tua dan sedang tidak enak badan, saya inisiatif untuk menggendong anaknya ke mobil patroli,” kata Gerry, Selasa (21/1/2020).

Setelah dibawa masuk ke mobil patroli Fitri bersama ayahnya dibawa ke Klinik Polres Sukoharjo untuk mendapat pengobatan.

Gerry menjelaskan kegiatan itu merupakan bagian dari program Jumat barokah yang digalakkan Polres Sukoharjo untuk kepedulian terhadap sesama.

“Awalnya itu mau mengunjungi rumah Bapak Karno dan memberikan santunan alakadarnya sesuai kemampuan kita. Pas sampai di rumah Bapak Karno anaknya ini (Fitri) sedang sakit,” ungkap Gerry.

Pascapengobatan di Klinik Polres Sukoharjo, pihaknya akan terus memperhatikan kondisi Fitri yang mengalami sakit lumpuh melalui Babinkamtibmas.

Hal ini untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan Fitri.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa (pemdes) karena keluarga Karno tersebut merupakan kategori tidak mampu.

Sebelum dibawa ke Klinik Polres Sukoharjo, jelas Gerry, pengobatan Fitri hanya dilakukan di Puskesmas.

Jika obatnya habis Karno membelikan obat untuk Fitri ke apotek.

Sehingga pengobatan Fitri yang mengalami sakit lumpuh tersebut kurang begitu maksimal.

Terlebih lagi ayahnya bekerja sebagai serabutan dan tidak menentu.

“Kalau ada donatur-donatur yang mau membantu lebih diperkirakan lagi. Karena keluarga Bapak Karno ini memang kurang mampu,” ujar Gerry.

Kronologi Fitri Sakit Lumpuh

Fitri awalnya hidup normal seperti orang pada umumnya.

Namun peristiwa yang terjadi lima tahun silam membuatnya tak bisa berjalan hingga saat ini.

Fitri hanya bisa beraktifitas di atas tempat tidur saja.

Gadis berusia 20 tahun tersebut mengalami lumpuh saat mau naik ke kelas 2 SMP.

Saat itu Fitri sedang bermain tanpa sengaja dipukul temannya pada bagian leher belakang hingga menyebabkan kelumpuhan.

Sejumlah pengobatan yang dilakukan belum bisa menyembuhkan Fitri sehingga masih lumpuh hingga saat ini.

Fitri merupakan anak tunggal. Sehari-hari Fitri tinggal bersama ayahnya bernama Sukarno.

Sedang ibunya sudah lama meninggal. Fitri saat itu masih duduk di bangku kelas satu SD.

 

sumber : tribun

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi