Cina Mengancam, Taiwan Beli Jet Tempur AS

Taiwan – Pemerintah Taiwan dikabarkan sudah mengajukan permintaan resmi kepada Amerika Serikat (AS) untuk membeli jet tempur baru yang bertujuan untuk mempertahankan diri dari ancaman Cina yang mulai meningkat.

“Kami mengajukan permintaan untuk membeli (jet tempur) karena Cina telah meningkatkan kekuatan militernya dan kami mulai memiliki ketidakseimbangan kekuatan dalam kemampuan pertahanan udara kami,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Shen Yi-ming, seperti dikutip dari AFP, Jumat (8/3/2019). Permintaan tersebut, apabila dikabulkan, akan meningkatkan ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat. Beijing melihat Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang menunggu penyatuan, meskipun kedua pihak sudah diperintah secara terpisah sejak berakhirnya perang saudara pada tahun 1949 silam.

Cina secara signifikan sudah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Taiwan sejak Presiden skeptis Beijing, Tsai Ing-wen menjabat pada 2016 lalu, termasuk mengadakan serangkaian latihan militer di dekat pulau itu. Pesawat pengintai Cina juga sudah mulai menerbangkan lebih banyak lagi serangan reguler di sekitar pulau. Washington mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke Beijing pada 1979, akan tetapi tetap menjadi sekutu tidak resmi paling kuat dan pemasok senjata terbesar Taiwan.

Tahun lalu, AS membuat Cina jengkel atas rencananya untuk menjual peralatan militer ke Taiwan dalam kontrak senilai 330 juta dolar AS atau sekitar 4,6 triliun rupiah termasuk suku cadang standar untuk pesawat terbang. Beijing telah jengkel dengan hubungan panas antara Washington dan Taiwan, termasuk persetujuan oleh Departemen Luar Negeri AS untuk lisensi pendahuluan penjualan teknologi kapal selam ke pulau itu.

Akan tetapi, karena takut akan kemungkinan balasan dari Beijing, AS telah berulang kali menolak permintaan Taiwan sejak 2002 untuk jet tempur baru termasuk pesawat F-16 dan F-35 yang lebih baru. Pada waktu itu, Cina secara besar-besaran meningkatkan pengeluaran untuk angkatan bersenjatanya, termasuk pesawat jet tempur generasi kelima yang sangat maju.Itu telah meninggalkan Taiwan dengan angkatan udara yang menua yang menurut para analis sangat membutuhkan peningkatan.

Saat ini, Taiwan memiliki 326 jet tempur, semuanya beroperasi sejak 1990-an, termasuk F-16 buatan AS, Mirage 2000an Prancis, dan pesawat tempur Taiwan sendiri. Pejabat pertahanan tidak akan mengkonfirmasi berapa banyak jet tempur yang mereka minta dalam permintaan pembelian, atau model apa. Sementara media lokal Apple Daily melaporkan Taiwan mencari 66 F-16V senilai 13 miliar dolar AS atau sekitar 184,6 triliun rupiah termasuk rudal, logistik, dan pelatihan.

“Tidak masalah apakah itu F-15, F-18, F-16 atau F-35, asalkan sesuai dengan kebutuhan tempur kita,” jelas Tang Hung-an, seorang mayor jenderal dengan Markas Komando Angkatan Udara Taiwan. Tang menambahkan bahwa surat permintaan ke AS tidak menyebutkan jenis pesawat yang diinginkan Taiwan.

 

 

Sumber : Breaking News

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng