Dampak Longsor Cibeunying Cilacap, Potensi Tanah Bergerak Menyebar ke Wilayah Sekitar

Dampak Longsor Cibeunying Cilacap, Potensi Tanah Bergerak Menyebar ke Wilayah Sekitar

CILACAP - Penanganan longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Cilacap setelah puluhan warga mengungsi akibat pergerakan tanah yang kembali aktif.

Warga terdampak di Cibeunying mengungsi di Balai Desa dan MTS setempat dengan pola pulang-pergi karena masih harus beraktivitas di rumah masing-masing.

Kepala Pelaksana Badan Penanggunglangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Taryo, mengatakan tim BPBD terus mendampingi Badan Geologi yang melakukan kajian lapangan untuk memastikan tingkat kerawanan tanah di wilayah Cibeunying.

“Hasilnya masih dikaji sehingga keputusan relokasi belum bisa ditetapkan dan kami menunggu rekomendasi resmi PVMBG,” kata Taryo, Selasa (25/11/2025).

Taryo menambahkan bahwa penataan alur sungai di Desa Cibeunying menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah material longsor menyebar ke permukiman.

“Kami sudah meminta dukungan Kementerian PUPR agar jalur sungai yang tertutup longsoran dibuka kembali supaya aliran air saat hujan tidak menyebar ke mana-mana,” katanya.

Material longsor sebelumnya menutup aliran air sehingga memicu ketidakstabilan tanah dan memperluas dampak pergerakan.

BPBD berharap penataan sungai dan irigasi dapat dipercepat untuk mengurangi risiko pergerakan tanah di seluruh desa terdampak.

Selain Cibeunying, potensi tanah bergerak juga terpantau di Desa Bener, Kecamatan Majenang serta Desa Bantar Panjang dan Desa Cilumpuyang Kecamatan Cimanggu.

Taryo menjelaskan bahwa tiga desa tersebut menunjukkan aktivitas pergeseran tanah cukup signifikan sehingga tim diterjunkan untuk penanganan cepat.

“Hari ini rencana penanganan lanjutan difokuskan di Bener, Cilumpuyang, dan Bantar Panjang karena aktivitas tanah bergeraknya cukup kuat,” ujarnya.

Di Desa Bener, tanah bergerak mengakibatkan tujuh rumah rusak berat dan sekitar 20 rumah mengalami retakan.

Fenomena tanah bergerak di wilayah Majenang diketahui telah muncul sejak 2017 namun aktivitasnya kini kembali meluas.

BPBD juga menyiapkan posko agar warga bisa dievakuasi dengan cepat jika terjadi longsor susulan.

Upaya penanganan pascabencana di Majenang akan terus dilakukan hingga PVMBG menyatakan kondisi tanah stabil.

sumber: TribunBanyumas.com

Read more