oleh

Datangi Polres Banyuwangi, Warga Dukung Polisi Usut Kasus Ustaz Supriyanto

bhinnekanusantara.id – Polisi mendapatkan dukungan dari masyarakat terkait pengusutan dan penyidikan atas kasus video viral ustaz Supriyanto. Dukungan dilakukan Komunitas Alumni Perguruan Tinggi SMA/SMK se-Banyuwangi.

Bentuk dukungan itu mereka lakukan dengan mendatangi Polres Banyuwangi. Juru bicara Komunitas Alumni Perguruan Tinggi SMA/SMK se-Banyuwangi, Marcelinus Lorianus DD, mengatakan aksi mendatangi Mapolres Banyuwangi ini untuk melaporkan lagi ustaz Supriyanto atas video viral yang memfitnah pemerintah atas pelegalan perzinaan.

Namun berkas laporan pihaknya itu tidak bisa diterima karena satu kasus hanya bisa dilaporkan oleh satu orang.

“Meski laporan kami hanya diterima dan tidak dimasukkan BAP ya tidak apa-apa. Tapi kedatangan kami ini sebagai bentuk dukungan kepada Polri melakukan proses hukum itu,” ujar Marcelinus kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, fitnah dan hoaks yang terjadi di Banyuwangi ini sangat mengganggu kondusifitas Banyuwangi. Apalagi hal ini dilakukan menjelang pemilu yang digelar bulan April mendatang.

“Pemilu 17 April 2019 yang mestinya berjalan damai, akibat video¬†Ustaz Supriyanto¬†dapat memicu gaduh. Aparat harus segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menindak secara tegas,” tambahnya.

Supaya perkara ini tak berulang, kata Marcel, aparat mesti bersikap tegas. Laporan yang dilakukan bersama komunitasnya dilakukan untuk mendukung laporan yang telah masuk di kepolisian.

Menanggapi laporan dan dukungan tersebut, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi meminta masyarakat untuk tenang dan tidak terpancing melakukan tindakan anarki. Sebab polisi akan profesional dalam menangani kasus ini.

“Sudah ada laporan. Nanti jika memang bisa akan kami jadikan satu,” tambahnya.

Untuk selanjutnya, kata Taufik, pihaknya sedang melakukan pendalaman lebih lanjut. Selain itu, pengumpulan barang bukti dan pemeriksaan saksi juga terus dilakukan oleh penyidik. Pihaknya mengaku tidak ada tekanan ataupun kesulitan berarti dalam penanganan kasus ini.

“Kami agendakan ada beberapa saksi yang belum kami ambil keterangan. Tidak ada kesulitan ataupun tekanan. Semua sesuai prosedur,” pungkas Taufik.

 

 

Sumber : Detik News

Editor : Meymey login by Polda Jateng