Demi Warung Makan Gratis, Polisi Boyolali Korbankan Tabungan Umrah
BOYOLALI – Kisah inspiratif datang dari pasangan suami-istri anggota Polres Boyolali, Iptu Agung Muryo Atmojo, 39, dan Aipda Sab’atun Hasanah, 38. Mereka merelakan tabungan umrah demi membuka warung makan gratis.
Pasangan yang juga pengusaha kuliner Berkah 47 Food Catering Boyolali tersebut rutin membuka warung makan gratis sebulan sekali di perempatan Seiko atau depan Taman Pandan Alas, Boyolali. Terbaru, mereka menggelar warung makan gratis pada Jumat (21/11/2025).
BRI Fasilitasi Sindikasi Pembiayaan Rp5,2 T bagi PT Sawit Sumbermas Sarana
Keduanya menjual porsi makan gratis masih dengan seragam pakaian dinas lengkap Polri dan langsung melayani masyarakat yang datang. Warung makan gratis milik Agung dan Sab’atun buka mulai pukul 07.00 WIB sampai makanan yang disediakan habis.
“Ini sudah tahun kedua kami menggelar warung makan gratis sebulan sekali dan di hari Jumat,” kata dia kepada wartawan, Senin (24/11/2025).
Pada awalnya, warung makan gratis tersebut hanya menyediakan 150 porsi. Akan tetapi karena semakin banyaknya peminat, saat ini telah menghidangkan 1.400 porsi dan seluruhnya dari kantong pribadi Agung dan Sab’atun.
Masyarakat yang datang bebas untuk makan di tempat ataupun dibawa pulang. Pencari kerja, ojek daring, hingga masyarakat umum boleh mengambil makanan di warung makan gratis tersebut.
Agung mengatakan modal yang besar untuk membuat warung makan gratis berasal dari tabungan umrah mereka sejak 2021. Tabungan umrah sekitar tiga tahun akhirnya digunakan untuk warung makan gratis.
“Jadi seharusnya biaya untuk umrah dipakai untuk warung makan gratis. Saya yakin rezeki tidak akan tertukar dan niat baik untuk ke Tanah Suci hanya masalah waktu. Namun, niat baik untuk membuka warung makan gratis Jumat berkah tidak akan pernah berhenti,” kata warga Desa Bakulan, Cepogo, Boyolali, tersebut.
Membantu Panti Asuhan
Ia menghitung semisal 1.000 porsi diberikan dan rata-rata harga per porsi Rp8.000, maka sudah Rp8 juta. Agung mengatakan tak hanya rutin sebulan sekali membuat warung makan gratis, tapi juga sepekan sekali yaitu setiap Jumat memberikan ke masjid terdekat sekitar 200 porsi.
Lalu, setiap tiga bulan sekali memberikan makanan gratis untuk panti asuhan hingga pondok pesantren. Agung mengatakan hal tersebut untuk kebahagiaan masyarakat.
“Jadi penghasilan saya separuhnya saya masukkan ke warung makan gratis Rp4 juta, sisanya dari tabungan. Saya juga selalu kampanye kebaikan Polri walau dari modal sendiri,” kata dia.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Boyolali, Iptu Winarsih, mengapresiasi anggota Polres Boyolali, Iptu Agung dan Sab’atun, yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat lewat warung makan gratis.
Winarsih berharap Agung dan Sab’atun bisa konsisten dengan aksi inspiratifnya dan bisa memperbaiki pandangan masyarakat tentang institusi Polri. Ia mengaku ada kepuasan tersendiri ketika melihat senyuman masyarakat seusai makan, terlebih seusai makan gratis, mereka lalu mendoakannya.
“Di tengah adanya oknum Polri yang bermasalah, masih ada anggota Polri yang baik dan memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, salah satu driver ojek daring, Suyanto, mengaku terbantu dengan adanya warung makan gratis yang dibuka Agung dan Sab'atun. Walau tidak buka setiap hari, warung tersebut membantu masyarakat.
“Di lokasi warung makan gratis ini bukan hanya makan lalu pulang, tapi ada beberapa obrolan seputar Kamtibmas yang disampaikan Pak Agung dan Bu Sab'atun jadi kegiatan ini sangat menarik,” kata dia.
sumber: esposin