Demo Mahasiswa di Tiga Kota Jawa Tengah, di Solo Ricuh, di Semarang Ganjar Temui Massa

bhinnekanusantara.id – Ribuan mahasiswa di berbagai kota Indonesia bergerak untuk demo turun ke jalan menyatakan aspirasinya pada Selasa (24/9/2019).

Aksi massa ini menyuarakan bentuk penolakan terhadap beberapa RUU yang saat ini bergulir dan sedang dibahas DPR bersama pemerintah yakni RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Minerba, dan RUU Pemasyarakatan.

Selain itu, mahasiswa juga menolak revisi UU KPK yang telah disahkan pada Selasa (17/9/2019) yang lalu.

Di Jawa tengah, setidaknya aksi unjuk rasa digelar di tiga tempat, yakni Solo, Semarang dan Tegal.

Solo

Di kota Solo, aksi massa dari berbagai gabungan universitas di Kota Solo digelar didepan Kantor DPRD Surakarta, Jalan Adi Sucipto. Selasa (24/9/2019).

Aksi massa yang digelar sejak pukul 08.30 WIB harus berakhir ricuh pada pukul 14.25 WIB.

Para massa yang hadir menginginkan semua untuk masuk kantor DPRD, namun hal tersebut ditolak karna pihak perwakilan DPRD hanya menginginkan perwakilan dari mahasiswa.

Sebelumnya salah satu anggota DPRD Solo dari fraksi PKS Sugeng Riyanto menemui mahasiswa didepan kantor DPRD.

Ia berupaya untuk melakukan negosiasi dengan koordinator lapangan (korlap) aksi untuk memberikan suaranya.

“Untuk korlap silahkan masuk, menyampaikan dengan baik apa yang diinginkan,” papar dia.

Namun upaya yang dilakukan Sugeng tak berjalan sesuai harapan, sebab mahasiswa menginginkan semuanya untuk masuk.

“Masuk, masuk semua!,” teriak massa.

Akibatnya, massa masih bertahan dan terus berorasi.

Namun selepas pukul 14.00 WIB massa mulai ricuh dan mengakibatkan pihak kepolisian turun tangan dengan menembakkan gas air mata dan water canon.

Demonstran seketika langsung berlarian meninggalkan halaman gedung DPRD Surakarta.

Semarang

Sementara di Semarang, aksi yang sama juga dilakukan di depan kantor DPRD Jawa Tengah pada Selasa (24/9/2019).

Aksi ini diikuti tak hanya dari mahasiswa namun juga dari berbagai kalangan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Kami bersama di sini untuk menyuarakan apa yang menurut kami tidak adil,” jelas Perwakilan orasi dari Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Erlina, dikutip dari TribunJateng.

Dalam aksi tersebut, massa menginginkan untuk bertemu dengan Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo.

“Ganjar-nya mana, Ganjar-nya mana,” teriak masa sambil bernyanyi.

Mereka ingin agar dibukakan pintu untuk masuk kedalam gedung DPRD Jawa Tengah.

Namun, karena pintu gerbang dikunci rantai dan tak kunjung dibuka, massa akhirnya membuka paksa.

Massa sempat merangsek masuk namun polisi langsung sigap menghadang.

Aksi massa ini mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar akhirnya menemui massa yang hadir dan mengajak untuk berdialog dengan perwakilan massa di dalam ruangan yang telah Ia siapkan.

“Saya hanya ingin Anda menyampaikan dengan tertib. Dua hari tiga hari lalu Anda tertib.”

“Di ruang dalam (kantor gubernur) sudah saya siapkan ruang untuk mediasi dengan perwakilan,” terangnya

Lebih lanjut, Ganjar mengajak massa agar bertanggung jawab bersama untuk memperbaiki taman-taman yang telah rusah pada keesokan harinya.

“Mau gak besok pagi kita kembali memperbaiki taman yang rusak dengan bersama. Ini cara kita menyampaikan (aspirasi) yang cerdas,” tantang Ganjar.

Tegal

Di wilayah Jawa Tengah lainnya, aksi demonstrasi juga dilakukan di Tegal.

Laporan TribunJateng.com, Massa yang merupakan aliansi mahasiswa Tegal serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kota Tegal pada Selasa (24/9/2019).

Mereka menginginkan untuk bertemu dengan Ketua DPRD Kota Tegal.

Namun keinginginan massa harus berbuntut kekecewaan, pasalnya ketua DPRD Kota Tegal tak hadir menemui massa.

Salah satu anggota DPRD Kota Tegal Rachmat Rahardjo, mengatakan Ketua DPRD sedang memimpin rapat di luar kota.

Ia lantas menawarkan untuk menyampaikan tuntutan dari massa, namun keinginannya ditolak oleh massa karena mereka ingin bertemu langsung dengan Ketua DPRD.

“Hari ini pak ketua dewan sedang memimpin rapat di luar kota. Namun besok sudah ada dan bisa ditemui,” katanya.

Atas hal tersebut, massa berjanji untuk kembali datang lagi keesokan harinya dengan mambawa massa yang lebih banyak.

“Besok, kami akan datang lagi untuk menemui ketua dewan. Kalau tidak ada. Kami siap aksi lagi dengan massa yang lebih banyak,” ujar korlap, Irfan Marsetiawan.

 

sumber : tribunews

editor : saibumi @polda jateng #polres rembang