Densus 88 Turun Tangan! Seminar Anti Ideologi Ekstrem Digelar di Kampus Pontianak

Densus 88 Turun Tangan! Seminar Anti Ideologi Ekstrem Digelar di Kampus Pontianak

PONTIANAK – Upaya mencegah penyebaran ideologi ekstrem di kalangan generasi muda terus diperkuat. Polresta Pontianak menggandeng para guru dalam seminar pemahaman mendalam terkait bahaya ideologi Neo Nazi dan White Supremacy yang digelar di Aula Hadari Nawawi, Universitas PGRI Pontianak, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pencegahan ideologi ekstrem harus dimulai dari lingkungan pendidikan, karena sekolah menjadi ruang strategis pembentukan karakter dan pola pikir generasi muda.

“Guru adalah garda terdepan dalam membentuk karakter siswa. Dengan pemahaman yang tepat mengenai ciri, pola penyebaran, dan dampak ideologi ekstrem, para guru dapat melakukan edukasi sekaligus deteksi dini terhadap pengaruh negatif yang berpotensi merusak persatuan dan nilai kebangsaan,” tegasnya.

Penyusupan Lewat Media Sosial

Kapolresta menyoroti bahwa ideologi seperti Neo Nazi dan White Supremacy tidak lagi menyebar secara konvensional, melainkan melalui ruang digital. Media sosial, forum daring, hingga platform percakapan menjadi medium yang kerap dimanfaatkan untuk menyasar kalangan remaja.

Karena itu, literasi digital menjadi kunci. Guru diharapkan tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis serta kesadaran terhadap konten berbahaya di internet.

Seminar tersebut turut dihadiri perwakilan Densus 88 Anti Teror Wilayah Kalimantan Barat, Rektor Universitas PGRI Pontianak, unsur Pemerintah Kota Pontianak, serta para guru dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Kehadiran Densus 88 memberikan penguatan materi terkait pola rekrutmen, propaganda digital, serta karakteristik kelompok ekstrem global yang dapat memengaruhi generasi muda melalui simbol, narasi kebencian, hingga teori konspirasi.

Penghargaan untuk Dunia Pendidikan

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran dunia pendidikan dalam menjaga generasi muda dari paparan ideologi radikal, Kapolresta Pontianak menyerahkan piagam penghargaan kepada PGRI Kota Pontianak.

Penghargaan ini diharapkan menjadi simbol sinergi berkelanjutan antara aparat kepolisian dan insan pendidikan dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila di lingkungan sekolah.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan unsur pimpinan kampus, perwakilan Densus 88, Pemerintah Kota Pontianak, serta para guru peserta seminar.

Benteng Ideologi dari Sekolah

Melalui seminar ini, diharapkan para guru memiliki pemahaman komprehensif mengenai bahaya ideologi ekstrem, termasuk cara mengenali perubahan perilaku siswa yang terindikasi terpapar paham intoleran atau radikal.

Langkah preventif berbasis edukasi dinilai lebih efektif dibanding penindakan semata. Dengan memperkuat kesadaran sejak dini, sekolah diharapkan menjadi benteng ideologi bangsa yang kokoh, sekaligus ruang aman bagi tumbuhnya generasi yang toleran, kritis, dan cinta tanah air.

Sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan ini menjadi bagian dari strategi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah derasnya arus informasi global dan tantangan ideologis lintas batas. (*)

Read more