Desa Yosorejo Jadi Percontohan Kampung Germandes di Indonesia

bhinnekanusantara.id – Batang – Desa Yosorejo Kecamatan Gringsing di Pilih BP2TKI sebagai desa percontohan Gerakan Migrasi Aman Desa (Germandes) Sabtu (18/5) sore.

Launching Germandes berlangsung di Balai desa setempat oleh Bupati Batang di damping oleh Deputi Bidang Penpatan BP2 TKI Teguh Hendro Cahyono, Wakil Bupati Batang Suyono dan Sekda Nasikin.
Turut Hadir Wakapolres Batang Kompol Hartono, Kapolsek Gringsing Polres Batang AKP Sugiyanto, Polwan Polres Batang.

Bupati Batang Wihaji mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada BP2TKI yang mengamanahkan Desa Yosorejo sebagai percontohan Germandes.

“Pemkab melalui Desa Yosorejo akan memberikan contoh yang baik bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), karena banyak pilihan bekerja ke luar negeri tapi kita jangan sampai ada yang ilegal,” kata Wihaji.

Pemkab Batang terus berupaya agar tenaga – tenaga migran harus sesuai dengan aturan lanjutnya, karena apabila terjadi permasalahan akan mudah kita melacak dan mendapat pelayanan yang maksimal.

“Oleh karena itu, BP2TKI melaunching desa Germandes sebagai tempat bertanya, tempat latihan kompetensi dan tempat pelayanan penerbitan dokumen persayaratan secara resmi,” jelasnya.

Wihaji juga menjelaskan untuk jumlah total PMI asal Kabupaten Batang yang keluar negeri sebanyak 1.800 orang yang resmi, namun ada kurang lebih 500 orang PMI ilegal.

“Kalau di Desa Yosorejo jumlah PMI nya mencapai 192 orang, namun tidak dipungkiri masih banyak yang berangkat secara ilegal, maka dengan Germandes kita terus upayakan legal,” katanya.

Deputi Bidang Penpatan BP2 TKI Teguh Hendro Cahyono mengatakan, Pembentukan desa Germandes didasari karena penempatan pekerja Ke luar negeri banyak yang tidak prosedural.

“Banyak warga Indoensia yang menjadi PMI sejumlah 9 juta orang, namun yang mempunyai dokumen resmi hanya 3 juta orang,” jelasnya.

Melalui pencanangan Germandes masyarakat akan lebih tahu, karena sebagian masyarakat menjadi PMI tidak sesuai Prosedural dijelaskan Teguh Hendro Cahyono, ada tiga hal permalsahan yaitu banyak warga tudak tahu, banyak calo yang memanfaatkan situasi dan kepedulian kita yang sangat kurang terhadap PMI.

“Kita pingin mengurangi calo, meningkatkan pemahaman masyarakat dan tingkatkan kepedulian kita, kalau PMI berangkat secara legal akan mendapatkan perlindungan sesuai undang – undang No 18 tahun 2017 meliputi sebelum dan selama sudah bekerja, perlindungan hukum, ekonomi dan sosial,” jelasnya

Lebih lanjut, Desa Yosorejo di bantu oleh Bupati Batang Wihaji ada perlindungan PMI, melalui pemberian fasilitas pelatihan kopetensi dan perlindungi dokumen yang lengkap.

“Nanti masing – masing orang akan memili kopetensi sehingga sudah tidak canggung lagi mengerjakan pekerjaanya, ini semua menjadi tanggung jawab Pemkab, untuk desa menyebarluaskan informasi, mengawasi, membina warganya dan membantu menyelesaikan kasus,” pungkasnya.

 

 

Sumber : Tribratanews

Editor : Kiss login by Polda Jateng