Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas, Polresta Pontianak Matangkan Skema Pengamanan Besar

Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas, Polresta Pontianak Matangkan Skema Pengamanan Besar

PONTIANAK – Menjelang rangkaian perayaan budaya dan keagamaan yang masuk dalam agenda Operasi Liong Kapuas 2026, Polresta Pontianak bergerak cepat mematangkan strategi pengamanan. Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) digelar di Aula Polresta Pontianak, Kamis (12/02/2026), dipimpin langsung Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si.

Rakor tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan. Hadir Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, S.H., unsur Forkopimda, Pejabat Utama Polresta, Ketua Panitia Cap Go Meh Hendri Pangestu, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, perwakilan ormas, hingga Yayasan Naga.

Satukan Persepsi, Petakan Potensi Gangguan

Dalam sambutannya, Kapolresta menegaskan bahwa Rakor Linsek ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret menyatukan persepsi dan strategi seluruh stakeholder.

“Melalui rapat koordinasi ini, kita menyatukan persepsi dan langkah untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, mengoptimalkan pengamanan rumah ibadah dan lokasi kegiatan, serta menyiapkan rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan,” tegasnya.

Operasi Liong Kapuas 2026 sendiri akan mengawal berbagai kegiatan budaya dan keagamaan, termasuk perayaan Cap Go Meh yang menjadi magnet wisata dan budaya di Kota Pontianak.

Antisipasi Kejahatan Jalanan hingga Premanisme

Kapolresta menekankan bahwa potensi gangguan kamtibmas harus diantisipasi sejak awal. Kejahatan jalanan, pencurian, premanisme, hingga gangguan ketertiban lainnya menjadi perhatian serius aparat.

Selain pengamanan terbuka dan tertutup, pengawalan terhadap jalannya atraksi budaya juga akan dilakukan agar kegiatan tetap tertib, aman, dan sesuai aturan yang berlaku.

Polresta Pontianak akan mengedepankan pendekatan pre-emtif dan preventif sebagai langkah utama. Artinya, pencegahan dan edukasi kepada masyarakat menjadi prioritas sebelum tindakan represif dilakukan.

Namun demikian, Kapolresta menegaskan bahwa penegakan hukum tetap akan dilakukan secara profesional dan proporsional apabila ditemukan pelanggaran.

Sinergitas Jadi Kunci

Kapolresta juga mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, stakeholder, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat untuk menjaga komunikasi dan memperkuat kolaborasi.

Menurutnya, keberhasilan Operasi Liong Kapuas 2026 tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban.

Dengan sinergitas yang solid antara Polri, TNI, pemerintah daerah, panitia pelaksana, dan masyarakat, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan budaya dan perayaan di Kota Pontianak dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif.

Operasi Liong Kapuas 2026 bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga wujud komitmen bersama menjaga harmoni dan toleransi di Kota Khatulistiwa. (*)

Read more