Dialog Publik Indonesia Emas 2045 Jadi Wadah Diskusi, Wakapolresta Pontianak Turut Hadir
Pontianak – Wakapolresta Pontianak AKBP Hendrawan,S.I.K. M.H, menghadiri kegiatan Dialog Publik yang digelar oleh Div Humas Polri bertajuk "Membangun Kesadaran Kebangsaan Generasi Muda Kalimantan Barat Menuju Indonesia Emas" yang berlangsung di Hotel Mercure Pontianak. (Selasa, 10/2/2026).
Kegiatan strategis ini bertujuan untuk membentengi generasi muda dari ancaman global sekaligus memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di tengah dinamika digitalisasi.
Hadir dalam kegiatan dialog Publik Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto,S.I.K. M.Si. yang diwakli oleh Wakapolresta Pontianak Akbp Hendrawan,S.I.K. M.H. dan hadir juga Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Sekda Provinsi Kalbar, Dr. H. Harisson, M.Kes., serta Penata Kehumasan Polri Utama Tingkat II Divhumas Polri, Brigjend Pol Drs. S. Erlangga. Hadir pula para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar, Para Kapolres/ta yang terhubung secara Virtual, Tokoh Adat, Tokoh Agama, para Pimpinan Organisasi Media, serta perwakilan Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., membacakan amanat Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. Dalam pesannya, Kapolda menekankan bahwa Indonesia saat ini berada pada fase krusial di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dengan program Asta Cita.
"Salah satu semangat Asta Cita adalah memperkuat pemahaman ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM, serta membangun SDM yang unggul dan berkarakter kebangsaan. Hal ini sejalan dengan upaya kita membekali generasi muda Kalbar," ujar Bambang saat membacakan amanat tersebut.
Kabid Humas memperingatkan adanya ancaman "tak kasat mata" berupa penyalahgunaan Narkoba, kejahatan siber (cyber crime), judi online, hingga penyebaran Hoaks dan Radikalisme.
"Kesadaran kebangsaan bukan sekadar hafalan, melainkan sikap hidup sehari-hari. Kami meminta generasi muda waspada terhadap ancaman narkoba dan cerdas dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah tergiur judi online atau terprovokasi hoaks yang dirancang untuk memecah belah bangsa," tegasnya.
Untuk membedah tantangan tersebut, dialog ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni
Prof. Ibrahim, M.A. (Ketua FKUB Prov. Kalbar) yang mengulas kerukunan umat beragama sebagai fondasi persatuan, Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S. (Guru Besar Universitas Tanjungpura) yang memaparkan aspek budaya dan pendidikan karakter, Dr. Syarifah Ema Rahmaniah, B.A., M.Ed. (Akademisi dan Pegiat Politik) yang meninjau peran aktif pemuda dalam pembangunan daerah.
Melalui dialog ini, diharapkan generasi muda Kalimantan Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama yang berintegritas dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan tetap memegang teguh nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan.