oleh

Diduga Kampanye dan Untungkan Jokowi, Mbak Ita Dilaporkan ke Bawaslu

bhinnekanusantara.id – Tim Advokasi Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Jawa Tengah melaporkan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu ke Badan Pengawas Pemilu kota Semarang. Alasannya, perempuan yang karib disapa Mbak Ita itu diduga telah melakukan tindak menguntungkan Paslon Pilpres 2019.

Listyani, perwakilan tim advokasi Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Jateng saat dijumpai di kantor Sekretariat Bawaslu Kota Semarang, menyebut bahwa Mbak Ita telah melakukan kampanye bukan pada tempatnya. Yakni saat acara Malam Silaturahmi Ibu Wakil Wali Kota Semarang dengan Ketua RW se-Kecamatan Semarang Utara Sekaligus Penyerahan Dana Bantuan Transportasi di Aula Kecamatan Semarang Utara, Kamis (7/3)

“Bahwa demikian juga dengan tindakan Wakil Wali Kota Semarang yang telah melakukan kampanye dengan menyampaikan program kerja dan mengarahkan untuk memilih salah satu peserta pemilu, yaitu Jokowi,” katanya, Senin (11/3).

Pada kesempatan ini, pihak Listyani turut menyertakan barang bukti berupa rekaman video acara Kamis itu. Isinya, katanya, adalah pernyataan Mbak Ita yang menyampaikan kepada peserta silaturahmi mengenai program kerja dari pemerintahan Jokowi.

“Anggarannya (Rp) 15 triliun, ora larang pie, jalan gawe tembok tol ning nduwur laut ki kan yo bayangan kita seperti apa, wong jalan biasa aja seperti ini itu adalah luar biasa bagaimana pemerintahan Pak Jokowi memperjuangkan Kota Semarang, dan sebagainya,” imbuh Listyani menirukan ucapan Mbak Ita dalam video.

Sementara untuk ajakan memilih, Mbak Ita, kata Listyani, melakukannya dengan memberikan iming-iming tambahan bantuan uang dari pemerintah pusat. Seperti bantuan Rp 1 miliar bagi setiap kelurahan pada tahun 2020, lalu pada tahun anggaran 2019 perubahan, setiap RT akan diberikan CCTV, penambahan dana transport RT, RW, PKK, dan seterusnya.

“Tapi tolong, nyuwun tulung pada tanggal 17 April 2019 ada Pilpres, pemilihan DPR RI, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten/Kota. Panjenengan tidak boleh gontok-gontokan, panjenengan bebas memilih. Tapi diharapkan bisa satu pilihan dengan Bapak Wali Kota,” ujar Listyani kembali menirukan.

“Sekarang ini bantuan untuk Semarang luar biasa dari pemerintah pusat, dan kalau partainya sama baik wali kota, Pak Ganjar (Gubernur Jateng) sama langsung Pak Jokowi, kita enak,” tambah Listyani mengintimidasi lagi.

Lebih jauh, Listyani juga meminta Bawaslu memeriksa pernyataan Mbak Ita dalam video itu. Yang mengatakan ‘sekarang kita anti to bilang nomer dua‘. Menurut Listyani, ucapan ini tak layak dilontarkan pejabat negara karena bisa menjadi ujaran kebencian.

“Coba tanyakan ke beliau apa maksudnya kata-kata itu pada masa kampanye seperti ini. Karena kalau ini dikaitkan kemarin Pak Jokowi waktu membuka lomba aja, angka dua dilompati,” katanya lagi.

Masih dalam pelaporannya, Listyani meminta Bawaslu mengusut tindakan Camat Semarang Utara yang mengundang para Ketua RW, lurah, kepala desa, ibu-ibu penggerak PKK, tokoh agama, dari kecamatan Semarang Utara. Serta dugaan penggunaan fasilitas negara, dalam hal ini adalah Aula Kecamatan Semarang Utara.

Untuk itu, Listyani menilai bahwa apa yang dilakukan Mbak Ita telah melanggar Pasal 282 UU No. 7 Tahun 2017, Pasal 283 UU No. 7 Tahun 2017 Ayat 1 dan Ayat 2. Kemudian Pasal 306 ayat 2 serta Pasal 547 UU Pemilu.

“Kami berharapa Bawaslu Kota berani mengambil sikap dan tindakan lebih berani dari Bawaslu Provinsi. Karena Bawaslu Provinsi yang kita laporin deklarasi Ganjar aja direkomendasikan, tidak melakukan apa-apa. Saya berharap tidak pada mandul,” pungkasnya.

 

 

Sumber : Jawa Pos

Editor : Aishwarya login by Polda Jateng