Diduga Selewengkan Keuangan Desa, Kades Wonosari Didemo Warga

bhinnekanusantara.id –   Ulah oknum Kades Wonosari, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo ini dinilai sangat keterlaluan hingga memicu kemarahan warganya.

Ratusan warga yang dikoordinatori oleh Sugiyanto dan Marino, mendatangai Balai Desa Wonosari untuk beraudiensi dengan Sri Darwati, Kades Wonosari.

Dengan membawa berbagai macam tulisan ala demonstran, mereka berteriak-teriak agar Kades yang telah dua kali menjabat ini keluar. Suasana makin ricuh, warga berteriak dan memukul-mukul meja karena Sri Darwati tak kunjung keluar menemui warga.

KBO Intel Polres Purworejo, Irfan Sobirin yang datang ke Balai Desa akhirnya mencoba menenangkan warga. Irfan menghimbau agar warga yang emosi tidak sampai melakukan tindakan anarkis.

“Jangan sampai menimbulkan masalah baru. Kami akan membantu kelancaran aksi, jangan ada perusakan, perkelahian dan tindak pidana lain. Jangan sampai merusak inventaris desa, sekecil apa pun adalah milik negara tidak boleh dirusak,” himbau Irfan yang disambut teriakan warga.

Kasiyem (60), warga RT 1 RW 1 yang ikut dalam aksi ini mengatakan bahwa rumahnya pernah didaftarkan ikut program bedah rumah tahun 2016 lalu.

“Katanya mau diikutkan bedah rumah tapi sampai sekarang, sampai rumah saya ambruk tidak ada bantuan. Saya sampai pinjam uang untuk memperbaiki rumah,” terangnya saat diwawancara di tersa balai desa.

Tidak hanya dana bedah rumah banyak sekali dana-dana yang diduga tidak diketahu penggunaannya. Ada dana untuk grup kesenian Rebana dan Dolalak yang besarannya mencapai puluhan juta rupiah.

Selain itu dana drainase komplek balai desa, posyandu, Dana Bantuan Gubernur,  pembentukan Bumdes, renovasi TK/PAUD dan lain-lain dengan jumlah mencapai Rp 563,763 juta.

Hingga berita ini ditulis, warga masih menunggu kepala desa dan Camat Kemiri yang berjanji akan menemui warga

 

 

 

Sumber : RMOL Jateng

Editor : Gendhuk login by Polda Jateng

Silakan berkomentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.