oleh

Dijanjikan Uang, Idrus: Pak Kotjo Bilang Bukan Uang Negara, Eni Bilang Ini Halal

bhinnekanusantara.id – Mantan Sekjen Partai Golkar dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham mengakui dijanjikan uang oleh mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto.

Bantuan uang yang dijanjikan Eni itu berasal dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Saat itu, kata Idrus, Kotjo menyebut uang tersebut bukan uang negara. Eni pun meyakinkan Idrus jika uang tersebut halal.

Hal ini dikatakan Idrus saat menjalani pemeriksaan terdakwa perkara dugaan suap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (12/3).

“Yang mengatakan ini tidak ada uang negara Pak Kotjo, yang mengatakan ini halal, Eni,” kata Idrus.

Idrus mengakui, bantuan uang dari Eni itu untuk keperluan dirinya yang diusung menjadi calon ketua umum Partai Golkar. Saat itu, Golkar sedang bergejolak lantaran Setya Novanto yang menjabat Ketua Umum Partai Golkar dijerat KPK dalam kasus korupsi e-KTP.

Idrus mengaku dirinya tak berpikir sumbangan itu sebagai suap yang melanggar hukum. Apalagi, dia diyakinkan oleh Kotjo dan Eni bahwa uang yang akan diberikan tidak terkait proyek apapun.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Idrus Marham bersama-sama Eni Maulani Saragih menerima suap dari Johannes Kotjo sebesar Rp 2,25 miliar. Suap tersebut diberikan agar Idrus dan Eni membantu Kotjo mendapat proyek Independent Power Producer (IPP) Mulut Tambang PLTU Riau 1.

Proyek senilai US$ 900 juta itu rencananya digarap PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company yang dibawa Kotjo.

 

 

Sumber : Berita Satu

Editor : Aishwarya login by Polda Jateng