Dini Hari Mencekam! Brimob Polda Jateng Terjang Banjir Tembalang, Selamatkan Pasien Pasca Operasi dari Kepungan Air

Dini Hari Mencekam! Brimob Polda Jateng Terjang Banjir Tembalang, Selamatkan Pasien Pasca Operasi dari Kepungan Air

Semarang – Suasana sunyi dini hari di kawasan Perum Grand Permata Tembalang, Meteseh, Kota Semarang, mendadak berubah menjadi momen menegangkan. Di tengah guyuran cuaca ekstrem dan debit air yang meningkat drastis, personel SAR dari Polda Jawa Tengah bergerak cepat menembus genangan banjir demi menyelamatkan satu nyawa yang terjebak dalam kondisi darurat medis, Senin (16/02/2026).

Laporan warga yang masuk pada dini hari menyebutkan adanya seorang perempuan dalam kondisi lemah pasca operasi dengan riwayat penyakit autoimun, terjebak di dalam rumahnya yang mulai dikepung air. Situasi tersebut langsung direspons cepat oleh Unit Taktis SAR Satbrimob.

Pada pukul 03.00 WIB, pasukan melaksanakan apel kesiapan dan segera bergeser menuju lokasi terdampak. Hanya berselang 20 menit, tim sudah tiba di titik banjir dan langsung melakukan penyisiran menuju rumah korban di Blok C8.

Dengan perlengkapan pelampung dan peralatan SAR standar, personel Brimob menerobos arus air yang menggenangi permukiman. Kondisi gelap dan arus yang terus bergerak menambah tingkat kesulitan evakuasi. Namun, fokus utama tetap satu: penyelamatan jiwa.

Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar namun lemah, kemudian dibawa menuju titik aman sebelum dirujuk menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif.

Dansat Brimob Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Noor Hudaya, menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel dalam menghadapi cuaca ekstrem merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan.

“Negara harus hadir di tengah kesulitan masyarakat. Personel SAR kami siagakan 24 jam untuk merespons cepat setiap laporan warga. Prioritas kami adalah keselamatan jiwa, terutama warga sakit, lansia, dan anak-anak,” tegasnya.

Operasi kemanusiaan tersebut dinyatakan selesai sekitar pukul 06.30 WIB setelah seluruh personel melakukan konsolidasi dan memastikan situasi terkendali.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, mengapresiasi kecepatan respons tim di lapangan. Menurutnya, koordinasi cepat antara SAR dan tim medis menjadi faktor krusial dalam menyelamatkan korban.

“Tindakan cepat ini adalah wujud Polri yang responsif dan humanis. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera melapor jika membutuhkan bantuan darurat,” ujarnya.

Aksi penyelamatan dini hari ini bukan hanya tentang keberanian menerjang banjir, tetapi juga tentang kehadiran negara saat masyarakat berada di titik paling rentan. Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut, kesiapsiagaan aparat menjadi harapan utama warga. (*)

Read more