Diprotes Pedagang, Penebangan Pohon Tetap Berlanjut

bhinnekanusantara.id – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Tegal tetap melanjutkan aktivitas penebangan pohon di Taman Pancasila Jalan Pancasila, Kota Tegal, Rabu (29/1). Padahal DPRD meminta Pemkot menghentikan sementara penebangan pohon hingga persoalan itu klir.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Tegal, Eko Setiawan, beralasan hanya menjalankan perintah Wali Kota, dan selama ini Wali Kota belum memerintahkan penghentian penebangan pohon di taman itu.

Sementara itu, kata Eko, DPRD juga belum berkoordinasi dengn Disperkim terkait penghentian sementara pohon di eks Taman Poci. Dengan alasan itu, Disperkim tetap melanjutkan kegiatan penebangan pohon untuk program revitalisasi alun-alun.

Namun aktivitas penebangan pohon mendapat reaksi keras para pedagang. Kepala Disperkim Eko Setiyawan bahkan mulut dengan para pedagang, saat Wakil Ketua Organisasi Pedagang Eks Taman Poci (Orpeta), Romicho Johari mengetahui masih ada penebangan pohon di taman tersebut.

Romicho langsung mendatangi kepala Disperkim untuk mempertanyakan soal penebangan pohon itu. “Ketua dewan meminta untuk dihentikan, kenapa Anda masih melanjutkan penebangan,” kata Romicho.

Para pedagang lainnya yang mengetahui adanya adu mulut ikut berbicara menentang penebangan pohon tersebut. “Kepala Disperkim arogan, dan tidak menghormati ketua dewan,” tegasnya.

Adu mulut memanas, sehingga petugas Satpol PP berkumpul. Suasana semakin memanas karena para pedagang semakin banyak berdatangan. Mereka menyampaikan unek-uneknya terkait dengan upaya pembongkaran taman itu.

“Saya hanya menjalankan tugas. Tidak ada perintah wali kota untuk menghentikan penebangan. Ketua dewan juga tidak ada koordinasi dengan saya,” tegas Kepala Diperkim itu.

Eko mengatakan penebangan pohon hanya melanjutkan perintah dari Wali Kota Tegal. Ia menilai anggota DPRD sudah mengetahui program itu, karena sebelumnya anggaran revitalisasi Taman Pancasila sudah dibahas DPRD.

Pihaknya bersama Dinas UMKM dan Perdagangan juga sudah menyosialisasikan kepada pedagang. Setelah pohon di taman itu ditebang, akan dilanjutkan dengan pembangunan taman. “Mungkin penebangan pohon selesai hari ini. Setelah itu langsung dibangun,” ujarnya.

Peruntukan taman itu sejak awal bukan untuk lokasi berdagang. Namun, karena adanya pembiaran maka para pedagang semakin banyak. Selama ini, para pedagang berjualan tanpa mengantongi izin. “Setelah dibangun, taman tidak boleh untuk berjualan, dan dikembalikan ke fungsi awalnya,” tegasnya.

Usai adu mulut, Eko meminta penebangan tetap berlanjut. Sementara pedagang tidak beranjak dari lokasi penebangan untuk melihat perkembangan pembongkaran Taman Eks Poci itu. Penebangan pohon itu selain dijaga Satpol PP Kota Tegal dan petugas dari Polres Tegal Kota.

 

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi