oleh

Dorong Kebijakan Inklusi, Kader Disabilitas Diterjunkan ke Desa

bhinnekanusantara.id – Sebanyak 24 penyandang disabilitas dari 10 daerah di Indonesia diterjunkan ke desa sebagai garda depan dalam menciptakan ruang-ruang inklusi di tingkat desa. Mereka akan ikut mendorong kebijakan dan pembangunan ruang inklusi yang amat minim.

Program ini diinisiasi Pusat Rehabilitasi Yakkum bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)serta organisasi masyarakat The Asia Foundation. Pelepasan kader dilaksanakan Senin (11/3) di gedung Yakkum, Sleman.

Direktur PR YAKKUM Arshinta menjelaskan 24 kader tersebut berasal dari Kota Yogyakarta, Kulonprogo, Sleman, Klaten, Sukoharjo, Banjarmasin, Sumba Barat, Gowa, Bone, dan Palembang.

“Selama dua minggu 24 rekan penyandang disabilitas belajar bersama dalam kelas yang kita namakan ‘Poros Belajar Inklusi Disabilitas’,” katanya.

Selain mendapatkan pelatihan keterampilan, para kader diberi pengetahuan dan cara-cara pengembangan jaringan agar mampu menciptakan ruang-ruang inklusi di tingkat desa melalui perencanaan pembangunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Mereka juga dibekali kemampuan menjadi pemantau aktif atas komitmen pemerintah memenuhi hak-hak penyandang disabilitas melalui pembangunan inkusif.

Arshinta yakin, perubahan nyata atas pemenuhan hak disabilitas berada di desa, namun karena terkendala akses akhirnya mereka terpinggirkan.

“Harapan utama menerjunkan kader-kader ini di akar rumput agar mereka menjadi penggerak dalam pengumpulan data para penyandang disabilitas di tingkat bawah,” ucapnya.

Dari data ini, para kader didorong ikut serta dalam pembuatan kebijakan dan perencanaan pembangunan yang berkeadilan bagi para penyandang disabilitas.

Arshinta mengatakan program percontohan ini bermitra dengan sejumlah pihak, terutama Kemendes PDTT dan partai politik yang memberdayakan disabilitas.

Harapannya program ini menyadarkan aparat desa dalam alokasi dana desa yang peka dan memperhatikan disabilitas.

“Partai politik yang tergabung dalam program ini kami tekankan untuk tidak hanya pusing tentang pemilihan saja. Tapi mereka tergerak untuk menyampaikan pesan dan rekomendasi ke tingkat pusat. Meski hanya contoh, kami optimis akan berdampak besar,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Kasubdit Kesmas Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT Ibrahim Ben Bella Bouty menyambut baik program ini karena dinilai akan memberi semangat menghadirkan ruang inklusi di tingkat desa.

 

 

Sumber : Gatra

Editor : Bhuwananda login by Polda Jateng