oleh

Driver Ojol di Tegal Tewas setelah Mukanya Dibenamkan ke Lumpur Sawah

bhinnekanusantara.id – Poisi sudah menangkap Maskah (37) warga Kelurahan Pekauman Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal yang membunuh seorang ojek online, Eko Prasetio, karena mengincar sepeda motor korban. Keduanya sempat berduel sebelum korban akhirnya merenggang nyawa.

Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo mengungkapkan kronologis bagaimana tersangka menghabisi nyawa korban lalu kemudian membawa kabur sepeda motor dan HP korban.

Awalnya tersangka mendatangi korban yang sedang mangkal di halte di depan Pasific Mall, Kota Tegal, Rabu (6/3) malam. Kepada korban, tersangka berpura-pura minta diantarkan ke daerah Warureja Kabupaten Tegal.

“Tersangka pura-pura membutuhkan ojek tapi mengaku tidak punya aplikasi ojek online. Sehingga korban sepakat mengantar tersangka tidak menggunakan aplikasi (offline),” kata Bambang, Selasa (12/3).

Sesampainya di tempat kejadian di Desa Sigentong Kecamatan Warureja, tepatnya di pinggir sawah yang kondisinya gelap, sepi, dan sedang diguyur hujan sekira pukul 20.00 WIB, tersangka sempat berpura-pura hendak bertemu seorang temannya sebelum kemudian melancarkan aksinya dengan mengeluarkan pisau yang sudah dipersiapkan. Pisau itu sengaja dibawa tersangka dari gudang tempatnya bekerja.

“Pisau itu digunakan tersangka untuk melukai korban. Korban sempat melawan sehingga terjadi perkelahian. Dari hasil otopsi, ada luka karena benda tajam di wajah, dan tangan korban. Saat melawan itu korban juga sempat memegang pisau sehingga pisaunya patah,” ungkap Bambang.

Lantaran tersangka memiliki tenaga lebih kuat, korban akhirnya tak berdaya lalu tewas di lokasi kejadian. Korban tewas setelah kepalanya dibenamkan tersangka ke lumpur di pinggir sawah.

“Korban meninggal karena kehabisan napas saat kepalanya ditekan-tekan ke lumpur. Dari hasil otopsi, ada lumpur yang masuk ke dada dan lambung korban,” ujar Bambang.

Setelah korban tewas, Bambang melanjutan, tersangka kemudian meninggalkan lokasi dengan membawa sepeda motor dan HP korban‎. Dengan sepeda motor korban, tersangka pergi menjemput istri sirinya di salah satu warung di Kecamatan Warureja, tempatnya bekerja sebagai pemandu lagu, lalu pulang ke tempat kosnya.

“Helm yang dikenakan tersangka saat membonceng korban dibuang sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Kalau pisaunya ditinggalkan di lokasi kejadian,” ungkap Bambang.

Akibat perbuatan yang sudah direncanakan itu, Bambang menambahkan, tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 339 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Tersangka sudah mempersiapkan pisau untuk melakukan perbuatan pidana walaupun pengakuan awalnya pisau itu mau digunakan untuk memotong ikan. Setelah kita cek alibinya, pisau itu memang sudah dipersiapkan tersangka,” tandas Bambang.

Sementara itu, tersangka mengaku awalnya mengeluarkan pisau hanya untuk mengancam korban agar pergi meninggalkan sepeda motornya.

“Sempat turun dari motor dulu, sempat ngobrol. Saya alasan nunggu teman saya. (Padahal) nunggu sepi. Terus saya suruh korban pergi, saya ambil motornya, tapi korban melawan. Akhirnya pukul-pukulan, baku hantam, guling-guling sampai sawah,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polres Tegal berhasil mengungkap kasus penemuan mayat seorang ojek online, Eko Prasetio, di Desa Sigentong Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal, Kamis (7/3) lalu, dengan menangkap pelaku yang membunuh korban.

Pelaku yakni Maskah (37) warga Kelurahan Pekauman Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal diringkus setelah polisi melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap petunjuk yang ditemukan dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), identifikasi, dan pemeriksaan saksi-saksi. Motif pelaku menghabisi korban yang merupakan warga Kelurahan Kaligangsa Kecamatan Margadana Kota Tegal itu karena ingin menguasai sepeda motornya.

 

 

Sumber : Radar Tegal

Editor : Kiss login by Polda Jateng