Dua Juta Lebih Warga Jateng Terancam Kekeringan

bhinnekanusantara.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah memperkirakan bakal ada dua juta lebih warga Jawa Tengah yang berpotensi terkena dampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Mereka tersebar di 1.259 desa yang berada di daerah rawan kekeringan di Provinsi Jawa Tengah.

“Perkiraan bakal ada 2.056.287 jiwa yang terdampak kekeringan di 35 Kabupaten atau Kota di Jawa Tengah,” kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Sudaryanto, saat dihubungi Medcom.id, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 14 Juni 2019.

Menurut Sudaryanto, desa-desa yang terancam kekeringan sebagian besar berada di wilayah Blora, Grobogan, Demak, Pati, Purworejo, Banyumas, dan Kebumen. Meski begitu, kata Sudaryanto, di Jawa Tengah, hujan masih sesekali turun walaupun dengan intensitas ringan sampai sedang. “Tadi di beberapa tempat ada hujan seperti di Blora dan Purbalingga. Di Semarang mendung walaupun tidak hujan,” ujar Sudaryanto menegaskan.

Sudaryanto menyatakan bulan ini merupakan awal kemarau di Jawa Tengah. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, puncak musim kemarau diperkirakan jatuh pada pertengahan September. “Kekeringan terus berlanjut sampai awal Desember. Itu laporan dari BMKG,” jelas Sudaryanto.

Sudaryanto menyatakan sudah menggelar rapat koordinasi dengan BPBD Kabupaten atau Kota se-Jateng dan BMKG untuk mengantisipasi dampak kekeringan. “Kita sudah memberi informasi kepada Kabupaten atau Kota harus siap. Mereka diminta koordinasi dengan PDAM untuk droping air bersih,” tegas Sudaryanto.

Hingga kini, belum ada laporan kekeringan parah yang melanda di daerah-daerah hingga harus meminta kiriman air bersih. “Baru dua desa di Klaten yang meminta droping air,” ungkap Sudaryanto.

 

Sumber : Medcom

Editor : Kiss login by Polda Jateng

Silakan berkomentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.