Dua Kasus Bullying di Makam Sukun Gempol Kota Malang Terjadi dalam Satu Hari
Malang – Dua kasus bullying dalam waktu bersamaan terjadi di area Makam Sukun Gempol RT 07 RW 09, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dalam sehari, lokasi yang sama menjadi tempat pemukulan terhadap pelajar perempuan dan laki-laki.
Kasus pertama telah ditangani Polresta Malang Kota. Korban, siswi SMP berinisial F, dikeroyok lima temannya pada Jumat (7/11/2025). Dari pemeriksaan polisi, perundungan dipicu kesalahpahaman soal penyebutan nama yang kemudian dikaitkan dengan persoalan asmara.
Sementara kasus kedua menimpa seorang remaja laki-laki di lokasi yang sama pada hari yang sama. Korban diduga dihajar tetangganya sendiri. Informasi yang dihimpun menyebut aksi terjadi saat kondisi makam sepi karena warga bekerja dan kembali ke rumah menjelang magrib.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyebut aksi itu bermula dari candaan membuat konten pertarungan. “Awalnya untuk konten, pura-pura mukul. Tapi entah kenapa jadi mukul beneran sampai korbannya kesakitan,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025). Ia juga mengungkapkan jarak tempat pemukulan pelajar perempuan dan laki-laki hanya sekitar sepuluh meter.
Dalam video yang beredar, pemukulan dilakukan oleh satu pelaku, sementara satu orang lain merekam. Korban dan pelaku disebut masih pelajar SMP di kawasan Sukun. Hingga saat ini, pihak korban belum melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian. Warga menyebut kedua pihak memilih mediasi, meski hasilnya belum diketahui.
Aksi bullying yang berulang di lokasi yang sama dan direkam untuk diunggah ke media sosial menimbulkan keprihatinan warga. “Sekarang kayak ingin kelihatan keren dan jagoan. Sampai gelut pura-pura jadi gelut beneran,” ujar warga itu sebelum berlalu.
Polresta Malang Kota disebut telah menangani kasus pertama, sementara warga berharap kasus kedua juga segera ditindak agar pembulian yang dilakukan pelajar tidak menjadi tren berbahaya di lingkungan Sukun.