Dua Tersangka Penyalahgunaan Obat Keras Ditangkap Satuan Narkoba Polres Sragen

bhinnekanusantara.id – Dua orang tersangka penyalahgunaan obat obatan terlarang/ obat keras, satu diantaranya di duga sebagai pengedar di tangkap jajaran Satuan Narkoba Polres Sragen Polda Jateng. Senin (24/06/2019).

Kapolres Sragen Polres Sragen Polda Jateng AKBP Yimmy Kurniawan dalam keterangannya melalui Kasat Narkoba AKP Joko Satriyo membenarkan penangkapan dua orang tersangka penyalahgunaan obat obatan terlarang oleh Satuan narkoba, pada Sabtu (22/06) malam pukul 23.00 Wib bertempat di perempatan Dukuh wahyu Desa Blangu Kecamatan Gesi Sragen.

Ia menguraikan, penangkapan dua tersangka ini berawal dari laporan warga, akan adanya indikasi peredaran obat obatan terlarang, yang sering di lakukan oleh pelaku di seputaran wilayah tersebut.

‘’Penangkapan ini berawal dari laporan yang kita peroleh, kemudian di kembangkan unit opersional dengan penyelidikan di tempat kejadian, pada sabtu malam lalu. Dari penyelidikan itu, kemudian di curigai ada dua orang masing masing menggunakan sepeda motor merk honda, yang kemudian kita sanggong,“ terang AKP Joko.

“Dari penyanggongan tersebut, selanjutnya dilakukan penggeledahan badan terhadap tersangka Ricky Ardyansah alias Onder dan tersangka lainnya sebagai pemakai Mustofayah. Dan dari penggeledahan terhadap Ricky Ardyansah di dapatkan barangbukti berupa sepuluh butir pil berlogo Y (yarindo), dan uang tunai Rp 460 ribu rupiah diduga hasil transaksi, namun dari penggeledahan badan terhadap Mustofayah, tidak di temukan barangbukti,“ tambah AKP Joko.

Dari penemuan barangbukti ini, kemudian dilanjutkan penggeledahan terhadap sepeda motor tersangka Ricky Ardyansah merk honda bernomor polisi AD 6275 BHE. Namun dalam penggeledahan tersebut, petugas tidak mendapati obat obatan atau narkoba, dan saat melakukan penggeledahan terhadap sepedamotor honda bernomor polisi AD 3404 UN milik Mustofayah, petugas mendapati barangbukti sebanyak 500 butir pil berlogo Y (Yarindo).

“Sebanyak 10 butir pil tersebut di temukan petugas di saku celana kiri tersangka Ricky Ardyansah, dan sebanyak 500 butir pil tersebut di temukan petugas di dasboard sepeda motor milik Mustofayah. Namun yang meletakan dalam dasboard tersebut bukanlah Mustofayah, melainkan Ricky Ardyansah, karena 500 butir pil berlogo Y tersebut di beli dari Ricky Ardyansah dengan harga Rp 150 ribu rupiah, dan baru terbayar sebesar Rp 100 ribu rupiah oleh tersangka Mustofayah,” papar Kasat Narkoba lagi.

Saat ini, keduanya telah kita amankan, dan kita jerat dengan pasal 196 Jo pasal 197 UU RI. No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Selain itu, perkara ini juga masih terus di kembangkan untuk menangkap pelaku lain yang berkaitan dengan peredaran obat obatan terlarang di wilayah Sragen.

 

 

Sumber : Tribratanews

Editor : Kiss login by Polda Jateng

Silakan berkomentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.