Dua Tersangka Peracik Dan Pengedar Obat Palsu, Diringkus Satnarkoba Polres Jepara

bhinnekanusantara.id – Dua orang tersangka diamankan bersama barang bukti obat racikan sebanyak 30.699 butir dari berbagai macam jenis, dibongkar Satnarkoba Polres Jepara, Jumat (6/11/2020).

Diketahui, kedua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial MUA (25) dan AW (31) warga Buko, RT 03 RW VII, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.

Kapolres Jepara AKBP Aris Tri Yunarko, SIK., M.Si., mengatakan dalam jumpa pers, kedua tersangka ini ditangkap karena meracik bahan obat-obatan, yang mereka beli melalui online.

“Kedua tersangka ini, bukanlah seorang dokter maupun apoteker. Mereka hanya orang biasa yang tidak memiliki profesi seperti itu,” terang Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, Berawa dari informasi dari masyarakat oleh Satnarkoba Polres Jepara, bahwa di sebuah Kos milik AS, di kelurahan Saripan, Kabupaten Jepara, yang dipergunakan untuk memproduksi dan menjual serta mengedarkan obat-obatan tanpa ijin.

Menindaklanjuti informasi tersebut, lanjut AKBP Aris Tri Yunarko, SIK., M.Si., Satnarkoba Polres Jepara melakukan penyelidikan akan informasi tersebut.

“Dalam penyelidikan tersebut, petugas melihat aktifitas yang mencurigakan di tempat kost, petugas langsung melakukan penggrebekan di kos tersebut dan dapat dilakukan penangkapan terhadap tersangka yang sedang meracik obat obatan tersebut,” jelas Kapolres.

Kata Kapolres lagi, Satnarkoba Polres Jepara langsung melakukan interogasi kepada tersangka MUA, tersangka mengatakan, bahwa obat-obatan tersebut bukan miliknya melainkan milik AW.

“Berdasarkan keterangan MUA itulah, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka AW,” ungkapnya.

Diketahui, bahwa tersangka AW sebelumnya berkerja sebagai sopir travel sebelum melakukan peracik obat ilegal ini.

“Saat ini kedua tersangka sudah diamankan, Ia melanggar primer Pasal 197 UU RI No.36 tahun 2009, tentang kesehatan diancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1.5 Miliar,” pungkas Kapolres.