Dugaan Kasus Perundungan Anak di Malang Kota Masuk Penyelidikan Polisi

Dugaan Kasus Perundungan Anak di Malang Kota Masuk Penyelidikan Polisi

MALANG – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota, Jawa Timur, membuka proses penyelidikan terhadap dugaan kasus perundungan terhadap seorang anak yang terjadi di jalur akses menuju area pemakaman di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdiyanto di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan proses penyelidikan dilakukan setelah kepolisian setempat secara resmi menerima laporan dari korban (12/11).

“Polresta Malang Kota sudah menerima laporan korban dan sekarang melakukan penyelidikan,” kata Yudi.

Penyelidikan ini akan dilakukan secara mendalam guna mengetahui motif dugaan perundungan terhadap korban yang berusia 13 tahun.

Upaya dari kepolisian untuk mengetahui peran dan berapa banyak terduga pelaku yang terlibat di dalam peristiwa itu.

Polresta Malang Kota belum bisa menyimpulkan luka-luka yang dialami oleh korban, sebab masih menunggu terbitnya hasil visum et repertum.

Yudi memastikan kepolisian telah menerjunkan tim khusus untuk melaksanakan penyembuhan trauma kepada korban.

“Ada pelayanan psikologi dari kami kepada korban,” ujar dia.

Sebagaimana diketahui, Dugaan perundungan di Kota Malang diketahui melalui video amatir yang diunggah di salah satu akun media sosial instagram, pada hari ini.

Di dalam video tersebut diperlihatkan korban perundungan merupakan anak perempuan. Dia mengenakan pakaian berwarna hitam dan celana berwarna abu-abu terduduk di salah satu bagian anak tangga sambil memegang telepon genggam.

Korban saat itu secara tiba-tiba mendapatkan pukulan dari salah satu anak perempuan di bagian pipi sebelah kiri.

Aksi dugaan perundungan tidak berhenti sampai di situ saja, dalam posisi berdiri korban kembali ditampar di bagian bibir. Dalam kondisi menangis dan menutup wajahnya, dia kembali mendapatkan pukulan di bagian pipi kanan.

Tak berhenti sampai di situ, di bagian akhir video terdapat dua orang anak perempuan kembali melakukan pemukulan beberapa kali secara bersama-sama.

Read more