oleh

Ganjar Menghimbau Pengusaha Truk Ikuti Regulasi Besaran Muatan dan Dimensi Truk

bhinnekanusantara.id – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY menggelar silaturahmi anggota di Hotel Gumaya Tower Semarang, Sabtu (9/3/2019) sore.

Sebelum acara dimulai, Ketua DPD Aptrindo Jateng DIY, Candra Budiwan, memberikan pengantar acara tentang tujuan didakannya acara ini.

Candra mengakui, walaupun tergabung dalam satu organisasi, tak semua anggota saling bertemu. Maka kesempatan ini jadi momen yang sangat langka dan bisa menghasilkan manfaat ekonomi yang cukup signifikan.

“Kami ingin bapak ibu yang ada di sini bisa saling bertukar pengalaman. Sehingga antar pengusaha truk bisa menjalankan manajemen bisnisnya jadi lebih baik yang akan berdampak pada manfaat ekonomi,” jelasnya.

Dalam acara ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga turut hadir untuk menjadi keynote speaker. Ia ingin para pengusaha truk bisa melaksanakan regulasi mengenai truk yang over dimension dan over load.

“Tapi dengan catatan pemerintah, masyarakat, dan pengusaha truk saling mendapatkan manfaatnya. Saya rasa peran pemerintah membuatkan jalan beton sudah tepat. Sehingga masa pakainya bisa bertahan lebih lama. Tinggal pengusaha truk menyesuaikan muatannya,” ucapnya.

Pentingnya keselamatan truk bagi pengemudi dan pengendara lain juga jadi perhatian orang nomor satu di Jateng ini. Ia tak ingin hanya karena ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, pengusaha truk mengabaikan keselamatan pengemudi dan orang lain.

“Ini perlu menjadi catatan. Jangan sampai pengusaha truk abai dengan keselamatan pengemudi dan truknya,” tegasnya.

Beberapa kali Ganjar sudah menekankan, jika akan terus mendorong tarif khusus masuk tol bagi truk muatan bahan pokok. Karena ia menganggap perlunya kecepatan aksesbilitas supaya bahan pokok tersebut tidak rusak di jalan.

“Ini terus kami dorong, walaupun masih jadi obrolan santai. Tapi tetap secara pribadi saya ingin adanya tarif khusus,” imbuhnya.

Ganjar ingin pengusaha truk mulai ambil langkah singnifikan supaya tidak terkena dampak disruption. Sebab era perubahan bisnis sudah berdampak pada pengusaha angkutan umum, terutama taksi.

 

Sumber : TribunJateng

Editor : Bhuwananda IMM Polda Jateng