Garis Polisi Masih Terpasang di Depan Rumah Wanita Tewas di Tandon Air di Semarang

bhinnekanusantara.id – Kondisi rumah almarhumah Solekah (33) yang ditemukan tewas di tandong air tampak sepi.

Garis polisi masih terpasang di depan rumah tersebut, Jumat (27/3/2020) siang.

“Tadi tim Inafis ke sini pukul 10.00 WIB, tetapi cuma sebentar, mereka sepertinya mengecek kembali di dalam rumah,” kata tetangga korban, Sri Rahayu.

Menurut Sri, sampai saat ini suami korban belum pulang ke rumah.

Informasinya masih di Polrestabes Semarang.

Sedangkan kedua anak korban sepertinya juga dibawa ke Polrestabes Semarang sebab tidak ada saudara yang merawat kedua anak tersebut.

“Korban merupakan sebatang kara karena orang tua, kakak sudah meninggal semua sehingga jenazah diurusi warga setempat,” bebernya.

Dikatakan Sri, pihak warga saat ini sedang menunggu jenazah korban dari RSUP Kariadi.

Jenazah sedang diambil oleh warga untuk dimakamkan.

“Korban akan dimakamkan di TPU Gunung Alap-alap Kelurahan Tandang, saat ini masih menunggu jenazah di ambil dari RSUP Kariadi,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Sikluwung RT 6 Rw 1 Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang dibuat geger lantaran ditemukan mayat perempuan di dalam tandon air.

Kondisi mayat sudah membusuk, kepalanya sudah tidak berbentuk lagi.

Posisi mayat dalam keadaan duduk dengan mengenakan kaos lengan pendek warna hijau bertuliskan New York, dengan lengan warna abu-abu.

Bau busuk langsung menghantam hidung saat masuk ke dalam ruangan kamar di rumah korban seluas 3 x 4 meter yang bercat putih kusam.

Tampak lalat berkerumun di tandon air tempat korban di temukan.

Penemuan mayat tersebut, ternyata ditindaklanjuti langsung oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis, dia bersama penyidik memeriksa kondisi rumah korban.

Namun selepas memantau di tempat kejadian, Kapolrestabes langsung meninggalkan tempat kejadian dan belum bisa memberikan keterangan.

Pengamatan Tribun Jateng, mayat beserta tandon air dievakuasi oleh tim Inafis Polrestabes Semarang bersama tim ambulance RSUP Kariadi pada pukul 17.30 WIB.

Korban dievakuasi menggunakan bambu sepanjang sekira lima meter.

Proses evakuasi sedikit menyulitkan petugas lantaran jalan menuju rumah korban curam dengan kontur menurun dan menikung sehingga sulit dilalui mobil ambulance.

Petugas akhirnya menggotong tandon yang berisi mayat korban sejauh sekira 30 meter.

Mayat beserta tandonnya dibawa ke RSUP Kariadi untuk kepentingan visum.

Tampak suami korban dan keponakanya di bawa oleh tim penyidik Polrestabes Semarang.

Sedangkan Informasi yang dihimpun Tribun Jateng, korban atas nama Solekah (33), korban pertama kali ditemukan oleh suami korban, Budi Sapto (35) dan keponakan korban, Kamis (26/3/2020) sekira pukul 14.00 WIB.

Ketika itu, suami korban akan sholat, dia mencium bau menyengat dan melihat banyak lalat di ruangan tengah yang difungsikan sebagai gudang.

Lantas Budi memanggil keponakanya untuk membantu mencari asal bau tersebut lantaran dikira berasal dari bangkai tikus.

Kedua orang tersebut sepakat bahwa bau berasal dari kamar yang difungsikan sebagai gudang.

Namun ketika mau masuk melalui pintu dalam posisi pintu terkunci, sehingga mereka masuk ke dalam gudang melalui pintu satunya lagi yang berada di depan.

Ternyata bau bangkai tersebut berasal dari dalam tandon air yang tutup tandon hanya tertutup sebagian.

Lalu Budi menyuruh keponakan untuk membuka tutup tandon dengan gagang sapu, setelah terbuka ternyata ada korban dalam keadaan telah meninggal.

Bahkan, informasi yang diterima Tribun Jateng, korban sempat bercerita kepada suaminya sedang ada masalah yaitu nama korban dicatut oleh tetangganya untuk meminjam uang di bank titil.

Ternyata tetangganya tersebut macet membayar hutang sehingga korban jadi buruan bank titil tersebut.

Namun persoalan itu akhirnya telah diselesaikan oleh suami korban.

Selepas kejadian itu, korban tampak sering linglung.

Korban ternyata terakhir di rumah Jumat (13/3/2020) sekira pukul 05.30 WIB.

Saat itu suami korban yang baru bangun tidur sudah tidak mendapati korban di rumah.

Sementara itu, Lurah Tandang Ony Gunarti menuturkan mendapatkan laporan warga terkait ada penemuan mayat di wilayah kelurahan Tandang.

“Kami langsung menghubungi ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat untuk proses evakuasi jenazah,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, jenazah perempuan ditemukan membusuk di dalam tandon air warna oranye di sebuah rumah yang berada di Kampung Sikluwung RT 6 Rw 1 Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang sekira pukul 15.00 WIB.

“Korban asli warga sini, dari kecil di sini, orangnya pendiam,” ujar tetangga Korban, Ari kepada Tribun Jateng, Kamis (26/3/2020).

Dikatakan Ari, korban yakni Solekah (33) ibu dua anak yang setiap hari menjadi ibu rumah tangga biasa.

Dikatakan Ari, berhubung korban tidak kunjung ketemu, akhirnya pihak keluarga melaporkan hilangnya korban ke Polsek Tembalang pada Minggu (22/3/2020) pukul 18.00 WIB.

“Berdasarkan keterangan suami korban terakhir di rumah pagi hari setelah memasak kemudian pamit berbelanja,” tuturnya.

Ari menambahkan korban ditemukan pertama kali oleh keponakan korban yang rumahnya bersebelahan dengan rumah korban.

Kemudian keponakannya tersebut melapor ke suami korban yaitu Budi Sapto (35), dia lantas syok atas ditemukan mayat istrinya tersebut.

“Dia syok sewaktu melaporkan ke tempat saya, lalu saya dan warga ke rumahnya, saya tidak berani ke dalam karena tidak kuat,” terangnya.

Ketua RT 6, Budi Doyo menuturkan korban sempat dikabarkan hilang, lalu ditemukan oleh pihak keluarga lantaran mencium aroma busuk dari sebuah ruangan atau kamar di berada di sisi tengah rumah tersebut.

“Dua hari lalu dikira bau busuk itu aroma bau tikus, ternyata setelah dicari ke sumber bau, ditemukan mayat korban,” jelasnya.

Budi mengatakan, korban tinggal satu rumah bersama suami dan dua anak laki-laki masing-masing masih duduk di kelas 2 SD dan TK kecil.

“Kasihan anak-anaknya masih kecil semua,” terangnya.

 

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi