Gerakan Jaga Warga Jadi Teladan Nasional, Kapolri: Sinergi Masyarakat adalah Kunci Jogja Damai

Gerakan Jaga Warga Jadi Teladan Nasional, Kapolri: Sinergi Masyarakat adalah Kunci Jogja Damai

Yogyakarta — Apel Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja Damai menjadi momentum penguatan persatuan dan harmoni sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat sebagai pilar utama menjaga stabilitas wilayah.

Kegiatan yang digelar di Mapolda DIY itu diikuti 3.500 peserta, terdiri atas 1.000 peserta terpusat di Polda dan 2.500 lainnya yang mengikuti secara serentak di lima Polres jajaran. Apel ini menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat keamanan, budaya dialog, dan penyelesaian masalah berbasis kearifan lokal.

Dalam amanatnya, Sri Sultan HB X menyampaikan apresiasi atas dukungan Kapolri berupa 10.000 rompi Jaga Warga yang menurutnya menjadi lambang kehadiran aparat keamanan yang ngayomi lan ngemong — melindungi, bukan menakut-nakuti.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, saya berharap Jaga Warga terus menjadi pagar budaya yang menjaga harmoni dan menjadi sahabat masyarakat serta mitra Polri,” ujar Sultan. Ia meyakini bahwa sinergi yang mengedepankan prinsip tata, titi, tatas, titis akan menjaga Yogyakarta tetap dalam suasana titi tentrem, karta raharja — aman, tertib, dan sejahtera.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Srawung Agung adalah wujud keterlibatan aktif masyarakat dalam pranata sosial yang telah mengakar di Yogyakarta sejak dulu.

“Ini adalah warisan kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat adalah kekuatan besar menjaga keteraturan sosial dan menyelesaikan persoalan di lapangan,” tegas Sigit.

Kapolri juga memerintahkan jajaran Polres, Polsek hingga kelurahan untuk memperkuat kolaborasi bersama Kelompok Jaga Warga sebagai ujung tombak keamanan berbasis komunitas. Menurutnya, kekuatan kebersamaan adalah modal terbesar menjaga Yogyakarta tetap damai, rukun, dan kondusif.

“Ini adalah kekuatan bersama untuk menjaga keteraturan sosial di Kota DIY,” pungkasnya.

Gerakan Jaga Warga dinilai dapat menjadi model nasional dalam memperkuat keamanan yang humanis melalui pendekatan budaya dan partisipasi publik. (*)

Read more