GP Ansor Kota Semarang Ajak Pemuda Perangi Radikalisme

bhinnekanusantara.id – Sebanyak 500 peserta mengikuti Simposium Kebangsaan dengan tema “Pencegahan Radikalisme di Media Sosial” di Gedung Aula Balai Kota Semarang, Minggu (22/9/2019).

Acara yang digelar GP Ansor Kota Semarang tersebut mengundang sejumlah tokoh dan pakar di bidangnya, yakni Anggota Presidium Mafindo Farid Zamroni M, Penulis Buku Daulah Islamiyah dalam Al-Qur’an dan Assunnah M. Najih Arromadhoni, Ketua BANAAR Kota Semarang Abdurrahman, dan Ketua PW GP Ansor Jateng Sholahuddin Aly.

Ketua GP Ansor Semarang Rahul Saiful Bahri mengatakan, saat ini gerakan radikalisme semakin gencar disusupkan melalui media sosial semacam Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya. Karena itu, GP Ansor Kota Semarang mengantisipasi dengan cara tersebut.

GP Ansor Kota Semarang akan terus berkomitmen menjaga keutuhan Pancasila dan NKRI. Siapapun yang ingin memecah belah dan mengusik dasar negara Pancasila menjadi Khilafah, maka kami akan jadi garda terdepan untuk menolaknya,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan radikalisme melalui media sosial tidak bisa dianggap remeh. Gerakannya terus samakin gencar, tapi pihak yang menjadi konfrontir masih minim.

Dia menerangkan, jika provokasi yang disebar oleh kelompok intoleran kemudian diterima oleh orang yang belum memiliki bekal keagamaan yang mumpuni, maka akan rentan terpapar. “Ini sangat bahaya.

Gerakan radikalisme tidak bisa diselesaikan sendiri. Banyak pihak yang juga harus turut berperan. Apalagi, selain di media sosial, radikalisme juga sudah mulai masuk ke ranah pendidikan,” imbuhnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi acara yang dilakukan GP Ansor. Menurutnya, apa yang dilakukan GP Ansor ini sebagai bukti kecintaan terhadap NKRI. Hendi sapaan akrabnya, dalam sejarahnya, istilah media sosial sudah muncul jauh sebelum era teknologi berkembang.

Menurutnya, dulu media sosial adalah sebuah wilayah di pinggir sumur, di mana banyak orang berkumpul dan saling menyampaikan gagasannya.

“Yang jadi masalah adalah banyaknya netizen yang tidak bertanggung jawab, melakukan provokasi dan menyebar hoaks demi memuluskan aksinya. Ini yang sangat berbahaya, kita harus segera antisipasi.

Kalau menurut saya, menangkal hal-hal hoaks di medsos itu kan gampang. Tinggal kalau ada yang ngomong keliru, ayo semua serang dengan argumen yang lebih kuat dan diluruskan sesuai data dan fakta yang ada,” tandasnya.

 

sumber : ayosemarang

editor : saibumi @polda jateng #polres rembang