Hadapi Potensi Bencana, Polres Magelang Kota Terjunkan 133 Personel dan Alat Penaggulangan Bencana

bhinnekanusantara.id – Wilayah hukum Kota Magelang masih belum lepas dari kerawanan bencana.

Bencana alam seperti tanah longsor berpotensi terjadi di wilayah tersebut pada masa prediksi musim penghujan Januari -Februari 2020.

Polres Magelang Kota pun siap menerjunkan 133 personel dan peralatan penanggulangan bencana.

Kabag Ops Polres Magelang Kota, Kompol Sri Hatmo, mengatakan, di wilayah Kota Magelang tidak terjadi banjir, hanya saja di Kecamatan Bandongan, yang merupakan wilayah hukum Polres Magelang Kota berpotensi terjadi tanah longsor.

Sementara, Kota Magelang belum memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Ia mengatakan, prediksi puncak musim diperkirakan pada Januari – Februari 2020 mendatang.

Provinsi Jawa Tengah termasuk wilayah yang mesti diperhatikan. Oleh karena itu, personel dan peralatan akan dipersiapkan dalam penanganan bencana.

” Perlu diketahui bahwa di wilayah Kota Magelang belum ada BPBD. Di wilayah Kota Magelang tidak terjadi banjir, hanya di wilayah Bandongan yang terjadi tanah longsor. Prediksi puncak musim diperkirakan akan terjadi di bulan Januari – Februari 2020 di sebagian besar wilayah, termasuk Jateng. Untuk itu perlu dipersiapkan personel dan peralatan yg tersedia dalam penanganan bencana,” kata Sri Hatmo, Kamis (9/1/2020) dalam Rapat Koordinasi Kesiapan dalam Penanggulangan Bencana di Wilayah Hukum Polres Magelang Kota di Mapolres Magelang Kota.

Sri Hatmo mengatakan, Polres Magelang Kota telah melakukan pemetaan lokasi rawan bencana angin ribut di seluruh wilayah hukum Polres Magelang Kota dan tanah longsor dibeberapa wilayah Kota Magelang dan Kecamatan Bandongan.

Jajaran Kepolisian sendiri membentuk Ops Kontijensi Aman Nusa II-2020 berlangsung dari 1 – 31 Januari 2020 dan dapat diperpanjang. Target dari Ops Aman Nusa II-2020 adalah lokasi, orang, barang dan kegiatan.

Polres Magelang Kota telah menyiapkan 133 personel dan peralatan penanggulangan bencana.

” Penekanan yakni adalah mitigasi, imbau masyarakat agar selalu siap siaga dalam menghadapi bencana, persiapkan personel dan peralatan penanganan bencana, pemantauan cuaca setiap saat, lakukan mapping daerah rawan bencana alam dan loordinasi intens dengan stakeholder,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan, saat ini telah memasuki masa musim penghujan di mana di daerah-daerah lain sudah mulai terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Untuk itu rapat koordinasi ini penting dilakuka guna mengantisipasi potensi bencana alam di Kota Magelang.

“Kemarin, kita melakukan kegiatan video conference dengan Kapolri, dan memerintahkan kepada seluruh jajaranya ditingkat Polres agar selalu tanggap terhadap adanya kejadian bencana alam, agar selalu berkoordinasi dengan stekholder yang menangani masalah bencana dan para relawan yang ada masing-masing wilayah,” ujarnya.

BPBD sendiri telah membuka Posko dikantor BPBD Jl. Sokarno Hatta No.7A Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang dengan nomor kontak 0293 789999.

Laporan bencana dapat melalui kontak tersebut.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Idham Mahdi, mengatakan rapat koordinasi ini digelar untuk menindaklanjuti perubahan iklim yang terjadi di beberapa wilayah, khususnya di wilayah Polres Magelang Kota.

Pihaknya mendapat perintah untuk melaksanakan koordinasi dengan pejabat yang terkait tentang penanggulan bencana, sehingga lebih siap jika mengantisipasi terjadinya bencana.

“Polsek Bandongan wilayah hukumnya masih ikut Polres magelang kota walaupun letak polsek tersebut terletak di Kecamatan Bandongan. Untuk tiu, kita mesti diskusi bersama untuk mengatasi bencana yang tidak tahu kapan itu terjadi terkhusus untuk wilayah Kecamatan Bandongan yang potensi bencananya kemungkinan akan terjadi,” tuturnya.

 

sumber : tribun

editor : dealova @polda jateng

#agussaibumi