Hadiri Safari Ramadan KSPSI di Surabaya, Kapolri Ajak Buruh Bersatu Hadapi Ancaman Global
SURABAYA – Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak kalangan buruh untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi dinamika global yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas nasional. Seruan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan safari Ramadan bersama Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menekankan bahwa kondisi global saat ini penuh ketidakpastian, mulai dari konflik geopolitik, tekanan ekonomi dunia, hingga persaingan antarnegara yang berdampak langsung terhadap situasi dalam negeri.
Menurut Sigit, seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah, masyarakat, dan kalangan buruh, harus tetap solid agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul.
“Dalam kesempatan silaturahmi ini, saya mengajak teman-teman serikat buruh khususnya dari KSPSI untuk selalu waspada dan kita juga bersatu menghadapi situasi kondisi global,” kata Sigit.
Ia menjelaskan bahwa gejolak global tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas sosial dan keamanan. Karena itu, persatuan menjadi faktor utama agar Indonesia tetap kuat di tengah tekanan dunia.
Kapolri menilai peran buruh sangat penting dalam menjaga stabilitas nasional, karena sektor ketenagakerjaan berkaitan langsung dengan produktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi.
“Menghadapi kondisi seperti ini seluruh elemen bangsa, pemerintah, masyarakat dan khususnya teman-teman buruh, kita semua harus solid menghadapi situasi yang ada,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit juga menyinggung langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang terus melakukan berbagai upaya diplomasi internasional guna menjaga perdamaian dunia dan stabilitas kawasan.
Menurutnya, langkah diplomasi tersebut penting untuk memastikan kondisi global tetap kondusif sehingga perekonomian nasional dapat terus berjalan dengan baik.
Selain diplomasi, pemerintah juga mendorong penguatan kemandirian nasional melalui program strategis, seperti swasembada pangan dan energi. Kapolri menilai kemandirian hanya dapat tercapai apabila seluruh elemen bangsa bekerja sama dan menjaga kekompakan.
“Ini terus digelorakan sehingga kita bisa berdiri di atas kaki sendiri. Untuk bisa melakukan ini semua tentunya butuh kekompakan, butuh persatuan, butuh kebersamaan dari seluruh elemen bangsa,” jelasnya.
Sigit juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah menghadapi situasi sulit, termasuk saat pandemi COVID-19 yang sempat menekan perekonomian nasional. Namun berkat kebersamaan seluruh elemen masyarakat, Indonesia mampu bangkit dan kembali tumbuh.
Pengalaman tersebut, kata Sigit, menjadi bukti bahwa persatuan merupakan kekuatan utama bangsa dalam menghadapi krisis.
“Kita pernah menghadapi situasi sulit. Saat pandemi, ekonomi kita sempat minus, tapi dengan kebersamaan kita bisa bangkit kembali. Ini yang harus terus kita jaga,” tutupnya.
Melalui kegiatan silaturahmi dengan KSPSI tersebut, Kapolri berharap hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan kalangan buruh semakin kuat sehingga stabilitas nasional tetap terjaga di tengah dinamika global yang terus berkembang. (*)