Hangat di Tengah Tradisi, Polda Bali Humanis Amankan Pawai Ogoh-Ogoh di Simpang Empat Tohpati
Bali - Kehadiran personel Polda Bali di simpang empat Tohpati, Kertalangu, Denpasar, Rabu (18/3/2026) malam, menghadirkan rasa aman di tengah semarak pawai ogoh-ogoh yang dipadati masyarakat dari berbagai kalangan.
Sejak senja hingga malam, anak-anak, remaja hingga orang tua tampak antusias memadati sisi jalan. Mereka duduk di emperan, menikmati setiap gerak ogoh-ogoh yang diarak penuh semangat oleh para pemuda-pemudi desa, diiringi tabuhan gamelan baleganjur yang menggema dan membakar suasana.
Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, Polda Bali mengerahkan 146 personel terdiri dari 53 personel yang terlibat Ops Ketupat dan 93 personel penebalan pasukan.
Polisi lalu lintas terlihat sigap melakukan pengaturan arus kendaraan, sehingga jalannya pawai tetap lancar tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.
Di sisi lain, personel yang bertugas juga aktif menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat. Warga diimbau untuk selalu menjaga keselamatan, memperhatikan barang bawaan, serta mengunci stang sepeda motor guna mencegah potensi pencurian kendaraan bermotor.
Pengamanan ini turut ditinjau langsung oleh Karolog Polda Bali Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si. bersama Dirpolairud Polda Bali Kombes Pol. Nurodin, S.I.K., M.H. Kehadiran keduanya memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Dalam keterangannya, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto menegaskan bahwa pengamanan pawai ogoh-ogoh tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat menikmati tradisi ini dengan rasa aman dan nyaman. Personel kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan Kamtibmas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya situasi yang kondusif selama rangkaian perayaan berlangsung.
Dengan pengamanan yang terencana dan pendekatan yang humanis, pawai ogoh-ogoh di Kertalangu tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga ruang kebersamaan yang aman dan tertib bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)