Hati-hati! Inilah Daftar Titik Rawan Kecelakaan di Jawa Tengah

titik rawan kecelakaan di jawa tengah

bhinnekanusantara.id – Di Jawa Tengah, terdapat enam wilayah yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas.

Di titik yang dinilai rawan, kini telah dipasang rambu-rambu supaya pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas.

Dari data Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jateng, wilayah yang dinilai rawan yakni di wilayah Polres Pati, Kota Semarang, Banyumas, Karanganyar, dan Sukoharjo.

Di wilayah Polres Pati terdapat empat jalan yang dianggap rawan kecelakaan lalu lantas, yaitu Jalan Pati-Kudus KM 8, Jalan Pati-Juwana KM 3, Jalan Pati–Rembang KM 17, dan Jalan Pati–Rembang Desa Batursari.

Sedangkan, titik rawan di Kota Semarang yakni di Jalan Walisongo, Jalan Perintis Kemerdekaan, pertigaan Jalan Hanoman-Jalan Siliwangi, Jalan Kaligawe, dan Jalan Gombel Lama.

Sedang wilayah Polres Banyumas di Jalan Pahlawan dan Jalan Karanggede.

Memasuki jalur selatan dua Polres Karanganyar dan Sukoharjo sebagai titik rawan laka lantas.

Di Karanganyar berada di Jalan Solo-Karanganyar Desa Palur, Kecamatan Jaten; Jalan Lawu Desa Dagen, Kecamatan Jaten; Jalan Solo–Tawangmangu Desa Papaha, Kecamatan Tasikmadu; dan Jalan Lawu 172 Desa Bejen Tegal Gede.

Di wilayah Polres Sukoharjo di Jalan Raya Sukoharjo–Wonogiri Desa Kepuh, Kecamatan Nguter dan Jalan Raya Sukoharjo–Wonogiri tapatnya depan ayam goreng Mbak Mulyani.

“Di lintasan ini telah dipasangi rambu peringatan. Masyarakat diharapkan lebih hati-hati dan waspada melewati jalur tersebut,” kata Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat, Selasa (7/7/2020).

Titik rawan kecelakaan lalu lintas yang telah ditetapkan itu, imbuh Kombes Pol Arman Achdiat bisa bersifat temporer, laten, maupun situasional.

Identifikasi titik-titik rawan baru mendorong dihasilkan solusi atau setidaknya rekomendasi yang tepat.

“Tidak semua kategori rawan kewenangan polisi. Wilayah yang tergenang rob misalnya, kewenangan polisi terbatas rekayasa lalu lintas dan pengamanan lokasi. Rekayasa teknologi dan penanganan robnya otoritas lembaga lain.

Begitu juga titik rawan karena kontur jalan. Satu-satunya cara mengatasinya secara permanen mensyaratkan penataan ulang kontur jalan dan ini tanggung jawab institusi lain,” kata dia.

Agar hasil identifikasi titik-titik rawan baru di Jateng lengkap, Arman berharap peran serta masyarakat.

Yakni dengan melaporkan titik-titik yang dianggap rawan di lingkungannya.

Laporan masyarakat penting guna melengkapi identifikasi yang dilakukan polisi.

Arman Achdiat menambahkan, identifikasi titik-titik rawan dilakukan secara periodik guna menjamin solusi terbaik menyangkut permasalahannya secara cepat.

Baginya lebih mudah mengatasi persoalan pada awal-awal kemunculannya.

Jika terabaikan, problematiknya tambah runyam, kompleks, dan sudah pasti sulit diatasi.

“Kalau sudah begitu kita semua yang rugi,” ujarnya.

Diketahui, sepanjang Januari sampai Juni 2020, terdapat 10.841 kejadian kecelakaan.

Jika dibandingkan dengan kurun waktu yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi penurunan sebanyak 13 persen.

Pada periode Januari sampai Juni 2019, angka kecelakaan di Jawa Tengah sebanyak 12.487 kejadian.

Menurut Arman, penurunan angka kecelakaan ini sejurus dengan jumlah fatalitas korban meninggal dunia yang juga mengalami penurunan.

Pada periode Januari sampai Juni 2020 terdapat 1.726 korban meninggal dunia, 19 luka berat, 12.365 luka ringan, dan kerugian materi mencapai Rp 7.026.925.000.

Sementara pada periode Januari sampai Juni 2019 terdapat korban 2.093 jiwa meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. (saibumi)